Show simple item record

dc.contributor.advisorSumekar Tanjung, S.Sos., M.A.
dc.contributor.authorNURFADHELA FAIZTI
dc.date.accessioned2021-10-25T06:25:09Z
dc.date.available2021-10-25T06:25:09Z
dc.date.issued2021-03-03
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/33578
dc.description.abstractNurfadhela Faizti. 17321113. Humor Maskulin dalam Materi Stand Up Comedy Raditya Dika. Skripsi. Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya, Universitas Islam Indonesia 2021. Berangkat dari tujuan humor sebagai media dalam menyampaikan ekspresi dan kritik sosial, stand up comedy kerap kali menyajikan humor yang diangkat dari fenomena sosial pula. Seperti topik maskulinitas, yang dijadikan sebagai bahan humor karena sifatnya yang fenomenal dan merupakan pembahasan menarik yang dirasa dekat dengan pengalaman kalangan muda. Begitu pula yang diterapkan oleh Raditya Dika dengan mengangkat humor maskulin ke dalam materi SUCRD (Stand Up Comedy Raditya Dika). Maka dari itu melalui penelitian ini penulis ingin mengetahui representasi humor maskulin pada materi stand up comedy dalam tayangan Youtube Stand Up Comedy Raditya Dika. Dengan menggunakan materi SUCRD sebagai objek penelitiannya, penelitian ini menerapkan metode penelitian semiotika Roland Barthes. Adapun objek penelitian yang digunakan bersumber dari SUCRD 2016, SUCRD 2017, dan SUCRD 2019. Scene yang menjadi unit analisis ialah scene yang mengandung humor maskulin di dalamnya. Yang mana unit analisis tersebut kemudian dimaknai ke dalam bentuk tiga pemaknaan yang menjadi ciri khas Roland Barthes, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Penulis memperoleh hasil temuan bahwa representasi humor maskulin dalam SUCRD adalah seputar bagaimana laki-laki dalam mengambil tindakan, bersikap, memperhatikan penampilan, dan bentuk fisik tubuh. Dalam hal ini kecenderungan Raditya Dika dalam membawakan humor maskulin ke dalam materi SUCRD-nya bercerita tentang bagaimana laki-laki dalam hubungan pacaran pada umumnya, baik dari cara bersikap, mengambil keputusan, kedewasaan, sifat dan prinsipnya, penampilan yang ingin ditunjukkan, hingga ekpektasi dan kesalahpahaman yang melibatkan laki-laki dalam suatu hubungan. Humor maskulin dalam SUCRD disampaikan dengan cara penyampaian lisan dan gerak tubuh, ditujukan untuk mengkritik, meringankan beban perasaan, hingga sebagai hiburan semata, dan dieskpresikan dari humor dalam pergaulan serta seni humor. Sementara itu gaya humor yang digunakan adalah affiliative humor dan self enhancing humor. Sedangkan ditinjau dari teori humor, humor maskulin yang direpresentasikan dapat didasari oleh teori superioritas, teori pelepasan, hingga teori ketidakcocokan.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectmaskulinitasen_US
dc.subjecthumoren_US
dc.subjectstand up comedyen_US
dc.subjectRaditya Dikaen_US
dc.titleHumor Maskulin Dalam Materi Stand Up Comedy Raditya Dikaen_US
dc.Identifier.NIM17321113


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record