• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Pertumbuhan Dan Ketimpangan Ekonomi Di Daerah Istimewa Yogyakarta Ditinjau Dari Perspektif Ibnu Khaldun

    Thumbnail
    View/Open
    18913061 Siti Hayati.pdf (2.686Mb)
    Date
    2021-06-25
    Author
    SITI HAYATI
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Predikat Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai wilayah dengan tingkat kebahagiaan tertinggi pada satu sisi, namun di sisi yang lain menjadi provinsi dengan tingkat kemiskinan tertinggi se Pulau Jawa dan urutan termiskin ke-12 secara nasional. Kontradiksi ini menimbulkan anggapan bahwa masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta bahagia dengan kemiskinannya. Berdasarkan penerimaan PDRB, jelas terlihat masih adanya ketimpangan antarkabupaten. Penelitian ini menggunakan indeks wiliamson dan indeks entropi theil untuk mengukur tingkat ketimpangan. Hasil penelitian menyebutkan selama lima tahun terakhir, laju pertumbuhan ekonomi Daerah Istimewa Yogyakartamengalami fluktuasi. Salah satu faktor kenaikan pertumbuhan ekonomi karena adanya penerimaan dari sektor kontruksi yang cukup besar ditambah dengan adanya pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kabupaten Kulonprogo dan pembangunan fasilitas infrastruktur penunjang. Perhitungan indeks wiliamson Yogyakarta memperoleh nilai indeks wilamson 0.45 hal ini menunjukan bahwa tingkat ketimpangan pendapatan antar daerah di Provinsi Yogyakarta masih tergolong rendah. Sedangkan menurut perhitungan entropi theil, Daerah Istimewa Yogyakarta memperoleh nilai Indeks Entropi Theil (S Relatif) sebesar 0.89 hal ini menandakan bahwa tingkat ketimpangan di Daerah Istimewa Yogyakarta masih tergolong kecil. Kab. sleman merupakan daerah yang mendapatkan nilai entropi theil terbesar, yang mencapai 1.21 dengan kontribusi sebesar 30.6% terhadap ketimpangan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kemudian penyumbang terbesar kedua ditempati oleh kota yogykarta dan penyumbang terkecil ketimpangan Daerah Istimewa Yogyakartaada di Kabupaten Kulonprogo dengan kontribusi sebesar 10.3 %. Menurut Ibnu Khaldun, pertumbuhan dan ketimpangan suatu daerah dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya pemerintah (G), syariah (S), kekayaan ekonomi /sumber daya alam (W), masyarakat/sumber daya manusia (N), pembangunan (D), dan keadilan (J).
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/33272
    Collections
    • Master of Islamic Studies [1769]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV