• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Economics
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Economics
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Prospek Implementasi Green Bond Terhadap Penerapan Green Sukuk Di Indonesia

    Thumbnail
    View/Open
    13423138 Rizaldi Saeful Rohman.pdf (5.828Mb)
    Date
    2017
    Author
    Rizaldi Saeful Rohman
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Instrumen keuangan mempunyai perkembangan yang cukup baik, Salah satunya instrumen sukuk. Indonesia telah mengembangkan instrumen sukuk negara sejak 2008 yang bermanfaat untuk mendukung pembiayaan negara. Total penerbitan sukuk negara hingga 10 Mei 2016 mencapai Rp503 triliun atau 38 miliar dolar AS dengan outstanding sebesar Rp380 triliun atau 29 miliar dolar AS. Dibalik hal tersebut, inovasi sukuk telah berkembang ke arah ramah lingkungan, sebagai upaya penjagaan lingkungan pada era sekarang ini, maka muncul lah istilah green sukuk dan green bond. Pasar global untuk obligasi hijau (green bonds) di Indonesia telah mencapai empat kali lipat sejak 2013, dan saat ini bernilai US $ 65,5 juta. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan bahwa pasar global untuk obligasi hijau terus tumbuh. Obligasi hijau yang diterbitkan pada tahun 2013 tercatat sebesar US $ 11milyar. Pada pertengahan 2015, nilai obligasi hijau yang beredar mencapai US $ 65,5 juta di seluruh dunia. Perkembangan ini memberikan kesempatan kepada perusahaan untuk menerbitkan obligasi hijau atau sukuk hijau (green sukuk) sebagai bagian dari Program keuangan berkelanjutan dan cara untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Di balik peluang tersebut, Indonesia sudah selayaknya menerapkan green sukuk sebagai instrumen investasi yang ramah lingkungan. Karena, Indonesia sedang menghadapi isu kerusakan lingkungan yang serius. Di tahun 2014, Indeks Tutupan Lahan (ITL) menunjukkan angka 59,01 dan menjadi 58,55 di tahun 2015, Indeks Kualitas Udara (IKU) menunjukkan angka 80,54 dan meningkat menjadi 84,96 di tahun 2015, Indek Kualitas Air (IKA) sebesar 52,19 dan mengalami sedikit peningkatan di tahun 2015 menjadi 53,10. Dan akan semakin meningkat seiring waktu. Dengan dilatarbelakangi hal tersebut, dirasa penting bagi penulis untuk membuat penelitian mengenai perkembangan sukuk dan penerapan green sukuk di Indonesia. Agar kedepannya Indonesia mempunya instrumen investasi yang lebih ramah lingkungan. Kata Kunci : green sukuk, sukuk, ramah lingkungan.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/33136
    Collections
    • Islamic Economics [1131]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV