• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pusat Kebudayaan Pecinan Perancangan Pusat Kebudayaan Sebagai Sarana Menyampaikan Nilai Sejarah dan Arsitektur Tionghoa Yang Menjadi Identitas Kawasan di Pecinan, Semarang

    Thumbnail
    View/Open
    17512067 Muhammad Fahreza Arkana.pdf (42.89Mb)
    Date
    2021
    Author
    Muhammad Fahreza Arkana
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Kawasan Pecinan Semarang bergerak di bidang ekonomi dan jasa perdagangan. Kawasan ini merupakan sebuah koridor yang diharapkan memiliki karakter sendiri sebagai salah satu unsur perkotaan pembentuk citra kota yang dapat dikembangkan menjadi kawasan wisata budaya dan perdagangan. Salah satu yang dikenal kuat akan karakter kawasannya adalah arsitektur Tionghoa yang melekat pada tampilan bangunannya. Namun seiring berkembangnya kota mengakibatkan persaingan ekonomi yang kompetitif di kawasan ini, Akhirnya banyak bangunan mulai terbengkalai dan tidak terawat karena persaingan tersebut. Tetapi beberapa pemilik bangunan ada yang melakukan pembaruan pada tampilan bangunan sebagai upaya menarik pengunjung dari aspek tampilan bangunan (modern).Padahal kawasan Pecinan diharapkan dapat menarik wisatawan lewat tampilan bangunan khas Pecinan ditambah dengan mengakti_kan kegiatan yang berbudaya Tionghoa sehingga pengunjung yang berada di kawasan Pecinan akan merasa seolah-olah mereka sedang berada di Tionghoa. Maka dari itu perancangan pusat kebudayaan diharapkan mampu memperkuat arsitektur Tionghoa dan memajukan perekonomian di kawasan pecinan semarang dengan tujuan karakter visual dari kawasan Pecinan tetap terjaga dengan menggunakan pendekatan in_ill design. Pada perancangan ini beberapa tahapan metode mulai dari mengidenti_ikasi masalah, mengumpulkan data, melakukan analisis, merancang konsep,mengembangkan desain dan menguji desain. Oleh karena itu perancangan Pusat Kebudayaan di Kota Semarang mendapat sambutan yang sangat membantu bagi masyarakat tentang kebudayaan Tionghoa dengan melihat potensi besar seperti nilai sejarah, arsitektural, pariwisata dan simbolis di kawasan tersebut, maka perlu adanya sebuah upaya yang berguna dalam mempertahankan identitas kawasan. Upaya ini sebagai pencegahan meredupnya keberadaan suatu identitas kawasan yang berpengaruh terhadap identitas Kota Semarang. Kata kunci: fasad bangunan, identitas kawasan, pecinan, pusat kebudayaan
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/32403
    Collections
    • Architecture [3971]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV