• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Perancangan Taman Budaya Bambu di Janturan Sleman dengan Pendekatan Arsitektur Ekologis

    Thumbnail
    View/Open
    17512181 Bellinda Chairunnisa.pdf (20.54Mb)
    Date
    2021
    Author
    Bellinda Chairunnisa
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Sebagai salah satu sektor kerajinan bambu terbesar di Kabupaten Sleman, area kawasan Janturan belum terolah dengan baik. Hal ini ditunjukkan dengan pengelolaan tata guna lahan yang kurang tertata. Kondisi Sungai Sendari dan Embung Janturan pun masih kurang terjaga. Hal ini ditunjukkan dengan masih adanya sampah di sekitar kawasan sungai dan embung tersebut. Selain itu, penggunaan material bangunan yang semakin beraneka ragam menyebabkan material ekologis semakin ditinggalkan. Pendekatan arsitektur ekologis merupakan sebuah metode desain yang diterapkan dalam perancangan Taman Budaya Bambu guna menciptakan kesinambungan antara tata ruang dalam (bangunan) dan ruang luar yaitu lansekap. Kondisi alam Janturan yang kaya akan potensi ini akan lebih baik apabila diolah dengan tepat. Terlebih lagi keberadaan Embung Janturan yang dapat meningkatkan daya tarik wisata ke daerah tersebut. Dengan keselarasan antara bangunan dan alam ini diharapkan Kampung Janturan dapat lebih banyak mendatangkan para wisatawan baik domestik maupun asing. Sebagai tolak ukur dalam menilai keberhasilan suatu desain, rancangan Taman Budaya Bambu ini memerlukan diadakannya uji desain. Uji desain dapat menyesuaikan dengan variabel yang telah dipilih yaitu dari pendekatan arsitektur ekologis. Variabel desain antara lain area dasar hijau, penghematan energi, respon terhadap iklim, dan material lokal yang ekologis. Keempat variabel ini diharapkan dapat berkesinambungan guna menciptakan tata massa dan tata ruang yang mampu mengatasi segala permasalahan yang ada. Kata kunci: Taman Budaya Bambu, Arsitektur Ekologis, area dasar hijau
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/32324
    Collections
    • Architecture [3988]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV