• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Perancangan Gedung Pusat Seni Budaya di Sleman Yogyakarta dengan Penekanan pada Fleksibilitas Ruang dan Strategi Desain Pasif

    Thumbnail
    View/Open
    15512136 Korinda Ayu Nur Sabrina.pdf (16.70Mb)
    Date
    2021
    Author
    15512136 Korinda Ayu Nur Sabrina
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Perancangan Gedung Pusat Seni Budaya di Sleman Yogyakarta terletak pada area terbuka hijau yang dikelilingi permukiman yang memiliki desa wisata dan area pemerintahan yaitu tepatnya Dusun Temon, Kelurahan Pandowoharjo, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta yang didesain pada site dengan ukuran 2 hektar yang memiliki kondisi site datar. Rancangan bangunan ini bertujuan untuk menjawab permasalahan khusus dari isu yang didapatkan yaitu: (1) Bagaimana merancang ruang pertunjukan dalam Gedung Pusat Seni Budaya yang eksibel dengan berbagai macam aktivitas namun tetap memperhatikan perbedaan karakter pertunjukan masing-masing?, (2) Bagaimana menciptakan tata ruang yang mampu menerapkan daylighting dan passive cooling menanggapi kondisi iklim setempat agar tercipta ruang hemat energi?, (3) Bagaimana merancang tata ruang yang mampu menanggapi protokol kesehatan di era new normal pasca pandemic Covid-19?. Perancangan yang dilakukan mendapatkan hasil bangunan dengan luas site perancangan adalah 27000 m2 dengan peraturan daerah mengenai koesien dasar bangunan 30 % yang didapatkan luas koesien dasar bangunan sebesar 8400 m2. Perancangan bangunan ini di utamakan dalam konsep eksibilitas untuk esiensi penggunaan ruang yaitu ekspansibilitas, konvertibilitas dan versalitilitas dengan penerapan panggung angkat, lantai hidrolik, dinding temporer dan plafon buka-tutup. Sebagai sistem pada bangunan ini menggunakan sumber energi pendukung alternatif dengan penerapan teknologi daylight Solatube sehingga dapat mengurangi penggunaan listrik. Teknologi tersebut sebagai salah satu strategi desain pasif yakni menangkap cahaya matahari namun tidak merubahnya menjadi energi listrik terlebih dahulu. Cahaya yang didistribusikan oleh Solatube mampu dimasukkan ke dalam ruang-ruang melalui plafon yang dipasangi xture-xture sebagai lampu berenergi cahaya alami. Selain itu, dalam penghematan sumber daya juga diterapkan sistem penghawaan alami dengan mengolah selubung bangunan terdiri daricurtain wall yang dikombinasikan dengan jendela pivot sebagai inlet dan outlet angin. Dengan demikian, Gedung Pusat Seni Budaya Sleman Yogyakarta merupakan gedung yang multifungsi dalam mewadahi berbagai kegiatan kesenian dan dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya alam yang ada yaitu pencahayaan dan penghawaan alami.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/32303
    Collections
    • Architecture [3971]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV