• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Dissertations
    • Doctor of Islamic Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Dissertations
    • Doctor of Islamic Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Transformasi Pemikiran Hukum Pidana Islam Terhadap Sistem Hukum Pidana Di Indonesia Tentang Pidana Penjara

    Thumbnail
    View/Open
    14923002 Agus Santoso.pdf (4.070Mb)
    Date
    2021-01-18
    Author
    AGUS SANTOSO
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Tindak kejahatan yang merajalela di Indonesia akhir-akhir ini sangat meresahkan dan membahayakan eksistensi kehidupan bermasyarakat. Penjara dianggap kurang efektif dalam mengatasi berbagai macam kejahatan. Interaksi di dalam penjara menjadi negative education bagi narapidana. Dari tinjauan humanisme, hukuman penjara pada hakikatnya adalah bentuk hukuman perampasan kebebasan dan perendahan kemuliaan manusia. Di samping itu, penjara dianggap sebagai penyebab besarnya beban pengeluaran anggaran Negara terkait dengan pemenuhan kebutuhan hidup para narapidana di penjara. Penelitian ini ingin menjawab bagaimana eksistensi hukum pidana Islam terhadap hukum pidana penjara dan transformasi pemikiran hukum pidana Islam terhadap pembaharuan pidana penjara di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang memakai pola deskriptif analitif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan maqāsid asysyarī’ah dan filsafat hukum pidana, sedangkan teknik analisisnya adalah kualitatif. Hukum pidana Islam yang berlandaskan asas keadilan yaitu dengan menyeimbangkan antara victim oriented dan offender oriented, sangat relevan diterapkan sebagai sanksi tindak kejahatan dan terbukti mampu menekan angka tindak kejahatan. Hukum pidana Islam bervariasi dalam menetapkan sanksi atas kejahatan; Pertama, sanksi fisik yang berupa hukuman mati atas kejahatan pembunuhan, riddah, pezina muhsan dan pemberontakan, hukuman mati dan salib atas kejahatan perampokan, hukuman cambuk atas pezina gairu muhsan, kejahatan qażf dan mabukmabukan, hukuman potong tangan atas pencuri. Kedua, saksi harta terdapat pada diat atas pembunuhan al-‘amd yang dimaafkan, pembunuhan syibh al- ‘amd, pembunuhan al-khata’ dan pelukaan badan. Ketiga hukuman ta’zīr yang berupa hukuman cambuk, penjara dan sebagainya. Semenjak jamanxi penjajahan Belanda sampai sekarang hukuman penjara ditetapkan sebagai hukuman pokok atas kejahatan di Indonesia. Terdapat hukuman mati di dalam KUHP, akan tetapi sebagai ultimate atau capital punishment yang sangat jarang sekali penerapannya. Apabila diperhatikan pada kasus kejahatan pembunuhan, pemerkosaan, pencurian, korupsi, perampokan, semua sanksi yang diterapkan adalah penjara. Pada kondisi seperti ini, hukuman penjara kurang efektif dalam menekan tindak kejahatan. Oleh karena itu, hukuman penjara di Indonesia perlu dievaluasi yaitu dengan menetapkan hukuman qisās, hudūd dan diat menjadi hukuman pokok bagi kejahatan yang berat dan hukuman penjara ditetapkan atas kasus kejahatan sedang dan ringan yang termasuk bagian dari hukuman ta’zīr.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/29439
    Collections
    • Doctor of Islamic Law [51]

    Related items

    Showing items related by title, author, creator and subject.

    • ABSORPSI KONSEP QISAS HUKUM PIDANA ISLAM DALAM REGULASI PEMBAHARUAN HUKUM PIDANA INDONESIA DI MASA MENDATANG (STUDI KRITIS RANCANGAN UNDANG-UNDANG KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA (RUU KUHP) 2015 TERKAIT BAB XXIII-XXV TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN DAN TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN) 

      MUHAMMAD RUSYDIANTA, 13912011 (Universitas Islam Indonesia, 2016)
    • Absorpsi Konsep Qisas Hukum Pidana Islam Dalam Regulasi Pembaharuan Hukum Pidana Indonesia Di Masa Mendatang (Studi Kritis Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (Ruu Kuhp) 2015 Terkait Bab XXIII-XXV Tindak Pidana Pembunuhan Dan Tindak Pidana Penganiayaan) 

      13912011Muhammad Rusydianta (Universitas Islam Indonesia, 2016)
      Absorpsi Konsep Qis}a>s} Hukum Pidana Islam Dalam Regulasi Pembaharuan Hukum Pidana Indonesia di Masa Mendatang (Studi Kritis RUU KUHP 2015 Terkait Bab XXIII-XXV Tindak Pidana Pembunuhan dan Tindak Pidana Penganiayaan) ...
    • Penerapan Diversi Pada Penyelesaian Pidana Kasus Anak Yang Melakukan Pengulangan Tindak Pidana Dan Yang Melakukan Tindak Pidana Yang Ancaman Pidana Diatas 7(Tujuh) Tahun 

      Maharani, Melinda (Universitas Islam Indonesia, 2016-10-14)
      Pada era globalisasi yang semangkin marak dengan perkembangan ilmu pengetahuan, pertumbuhan ekonomi dan teknologi seringkali menimbulkan dampak negatif terhadap tumbuh kembang anak, yang mana krisisnya nilai moral di ...

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV