• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    PENGATURAN CALON TUNGGAL DALAM PEMILUKADA MENURUT PUTUSAN MK NOMOR 100/PUU-XIII/2015 DAN UU NO. 10 TAHUN 2016

    Thumbnail
    View/Open
    ADI WASKITA 13410578.pdf (2.179Mb)
    Date
    2017
    Author
    Adi Waskita
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Pemilihan umum adalah sarana pelaksanaan asas kedaulatan rakyat berdasarkan Pancasila dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dikatakan sebagai sarana pelaksanaan asas kedaulatan rakyat (demokrasi), merujuk pada ketentuan Pasal 1 ayat (2) Undang-UndangDasar 1945 menyatakankedaulatanberada di tangan rakyat dan dijalankan berdasarkan Undang-Undang Dasar.Undang- Undang Nomor 1 Tahun 2015 menyatakan bahwa, pemilihan kepala daerah dapat dilaksanakan dengan syarat paling sedikit diikut ioleh dua pasangan calon kepala daerah. Munculnya calon tunggal baruterjadi pada masa pencalona npilkada serentak tahun 2015 lalu, disaat tujuh daerah hanya ada calon tunggal setelah ditutup tahapa npendaftara calon. Setelah KPU menempuh kebijakan memperpanjang waktu pendaftaran serta kebijakan teknis pencalona nlainnya. Pengujia nmateri mengena ketentuan calon tunggal yang tidak diatur dalam UU Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota digugat ke Mahkamah Konstitusi dan dikabulkan. Berdasarkan penjabaran di atas maka penulis mengambil rumusan permasalan sebagai berikut: 1. Apa dasar pertimbangan Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan Calon Tunggal dalam pemilukada? 2.Bagaimana pengaturan Calon Tunggal dalam UU No. 10 Tahun 2016 tentang Pemilukada? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah dasar pertimbangan Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan Calon Tunggal dalam pemilukada dan pengaturan Calon Tunggal dalam UU No. 10 Tahun 2016 tentang Pemilukada. Metode yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah penelitian hokum normative berupa kajian pustaka yang dilakukan dengan penelusuran bahan bahan hukum primer dan sekunder, yang dilakukan melalui kajian terhadap peraturan perundang-undangan dan bahan- bahan hokum lainnya.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/27644
    Collections
    • Law [3447]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV