• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN PENYALAHGUNAAN KEADAAN DALAM PERKEMBANGAN HUKUM KONTRAK DI INDONESIA

    Thumbnail
    View/Open
    15410493 Masruri Ade Saputra.pdf (12.69Mb)
    Date
    2020
    Author
    Masruri Ade Saputra
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    keadaan sering terjadi dikalangan masyarakat terutama pada perjanjian pinjam meminjam uang, penentuan bunga yang tinggi oleh si pemberi pinjaman akibat keunggulan posisi tawarnya seakan memberikan kebebasan untuk menentukan keinginan si pemberi pinjaman tersebut. Sudah banyak kasus penyalahgunaan keadaan dalam perjanjian pinjam meminjam uang yang diputuskan oleh pengadilan. Studi ini mengkaji tentang apa yang menjadi pertimbangan majelis hakim dalam menentukan adanya penyalahgunaan keadaan dalam perjanjian pinjam meminjam uang dengan mengkaji putusan yang berkaitan dengan pinjam meminjam, yaitu putusan Pengadilan Negri Wonogiri No. 04/Pdt.G/2014/PN Wng. Studi ini juga mengkaji lebih lanjut tentang perlindungan yang dapat diberikan oleh hukum terhadap korban penyalahgunaan keadaan dalam perjanjian pinjam meminjam uang. Penelitian termasuk dalam jenis penelitian pustaka dengan sifat penelitian normatif yang menggunakan pendekatan yuridis normatif, yaitu melihat perbuatan penyalahgunaan keadaan dari segi hukum. Hasil kajian ini menyebutkan bahwa, pertimbangan hakim dalam menentukan adanya cacat kehendak dalam hal ini penyalahgunaan keadaan yaitu hakim melihat adanya posisi yang tidak seimbang dalam perjanjian tersebut dan terdapat kesenjangan antara praktik dan kenyataannya. Hal ini Nampak dalam pertimbangan hakim yang melihat adanya keunggulan ekonomis dan psikologis yang dimiliki kreditor yang mengakibatkan posisi tawar yang tidak seimbang antara kedua belah pihak. Ada pula itikad tidak baik yang dilakukan oleh kreditor karena memberi pinjaman uang kepada debitor semata-mata hanya ingin membantu namun pada kenyataannya berbeda memiliki maksud lain. Adapun perlindungan yang daoat diberikan oleh hukum terhadap korban penyalahgunaan keadaan dapat mengajukan permohonan pembatalan perjanjian karena penyalahgunaan keadaan menyangkut syarat subjektif dari sahnya perjanjian (cacat kehendak) karena berkaitan dengan kehendak para pihak. Namun apabila pihak yang lemah tidak mengajukan pembatalan, maka perjanjian tersebut tetap berlaku dan mengikat para pihak.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/26850
    Collections
    • Law [3376]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV