• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    IMPLEMENTASI KEBIJAKAN AFIRMASI HAK POLITIK PEREMPUAN UNTUK DIPILIH DALAM PEMILIHAN UMUM TAHUN 2019 DI KOTA YOGYAKARTA

    Thumbnail
    View/Open
    16410249 Kharina Rigita.pdf (2.122Mb)
    Date
    2020
    Author
    Kharina Rigita
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini berjudul Penerapan Kebijakan Afirmasi Hak Politik Perempuan Pada Pemilu Tahun 2019 di Kota Yogyakarta. Setiap makhluk hidup di dunia memiliki hak dan kewajiban, salah satunya adalah hak sipil dan politik. Hak sipil politik merupakan hak yang dimiliki oleh setiap warga negara baik laki-laki maupun perempuan. Undang-Undang No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum mengatur tentang kebijakan afirmasi dengan memberikan kuota 30% bakal calon perempuan di dalam setiap Pemilihan Umum. Pemenuhan hak sipil politik pada perempuan masih terhambat. Hal ini terbukti karena pada setiap pemilu kuota yang diberikan tidak pernah penuh 30% perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi kebijakan afirmasi hak politik perempuan untuk dipilih dalam pemilihan umum tahun 2019 di Kota Yogyakarta?, Apa saja faktor yang mempengaruhi implementasi kebijakan afirmasi hak politik perempuan untuk dipilih dalam pemilihan umum tahun 2019 di Kota Yogyakarta? Penelitian ini termasuk dalam hukum yuridis empiris. Data Penelitian yang dilakukan dengan wawancara secara lisan dengan Pengurus Partai Politik, KPU, Anggota Perempuan yang berhasil dalam pemilu tahun 2019 di DPRD Kota Yogyakarta, dan membagikan kuisioner kepada 55 masyarakat Kota Yogyakarta. Hasil Penelitian ini menyimpulkan bahwa: Pertama, Penerapan kebijakan afirmasi hak politik perempuan pada pemilu tahun 2019 di Kota Yogyakarta belum berjalan maksimal terdapat beberapa kelemahan pada kebijakan, partai politik, anggota perempuan, dan masyarakat; Kedua, Faktor-faktor penerapan kebijakan afirmasi yang berasal dari internal maupun eksternal mempersulit pemenuhan kuota 30% . Dari hasil Penelitian ini Peneliti memberikan saran: partai politik lebih fokus untuk memberikan pendidikan politik khusus perempuan; menjadikan pendidikan politik perempuan masuk kedalam kurikulum sejak dini; melakukan sosialisasi tentang kebijakan afirmasi secara berkala; masyarakat memilih calon legislatif dengan objektif.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/26794
    Collections
    • Law [3375]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV