• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Gedung Pertunjukan Musik di Jogjakarta: Interaksi Akrab sebagai Dasar Essensi Konseptual Perencanaan dan Perancangan

    Thumbnail
    View/Open
    01.0 cover.pdf (69.69Kb)
    02 preliminary.pdf (212.0Kb)
    03 daftar isi.pdf (181.6Kb)
    04 abstract.pdf (84.73Kb)
    05.1 bab 1.pdf (461.3Kb)
    05.2 bab 2.pdf (257.0Kb)
    05.3 bab 3.pdf (1.699Mb)
    05.4 bab 4.pdf (750.2Kb)
    06 daftar pustaka.pdf (62.45Kb)
    07.1 Lampiran 1.pdf (522.2Kb)
    Date
    2005
    Author
    Sugiarto, Rio Wanda
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Kebutuhan masyarakat Jogjakarta akan sebuah tempat hiburan alternatif dalam kota sekaligus tempat berinteraksi sosial dengan nuansa keakraban sangatlah diperlukan. Belum adanya gedung pertunjukan seni musik yang memadai tidak sebanding dengan besarnya penikmat musik yang ada di Jogjakarta. Permasalahan terletak pada merancang sebuah gedung pertunjukan seni musik yang bernuansa akrab pada sistem keruangan dan distribusi fungsional menjadi masalah utama. Konsep perancangan guna mendapatkan gedung pertunjukan yang bernuansa akrab dan betah pada sistem keruangannya yang ada adalah melihat karakteristik peminat musik itu sendiri, yaitu sebelum pertunjukan, sedang pertunjukan, dan sesudah pertunjukan. Sebelum pertunjukan musik berlangsung fasilitas ruang pendukung yang diperlukan adalah keruangan yang bisa digunakan ketika sedang membeli tiket, menunggu pertunjukan, mungkin sambil makan atau minum atau hanya sekedar tempat ngobrol. Disinilah perlunya dibuat sistem keruangan yang akrab. Ketika sedang terjadi pertunjukan juga perlu adanya sistem keruangan sehingga pertunjukan dapat dinikmati secara maksimal tanpa adanya gangguan, bahkan sampai terjadi interaksi antara pemain dan penonton ataupun penonton dengan penonton sehingga suasana keakraban dan betah dapat tercapai. Untuk itu perlu adanya batasan kapasitas ruang pertunjukan dan pembedaan ruang pertunjukan yaitu ruang pertunjukan tertutup dan ruang pertunjukan terbuka yang pemakainya disesuaikan dengan jenis pertunjukan musik yang sedang berlangsung. Sesudah pertunjukan berlangsung sistem keruangan yang diperlukan adalah ruangan yang bisa menciptakan suasana akrab mungkin untuk melanjutkan interaksi sosial sambil berkumpul menunggu teman, ngobrol, makan, minum, atau bahkan melanjutkan berdisko dirumah musik atau cafe. Pengaturan ruang guna memperoleh tingkat keakraban ruang disesuaikan dengan fungsi peruangan yang ada dan tidak meninggalkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tercapainya suasana keakraban dan betah pada sebuah ruangan.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/2559
    Collections
    • Architecture [3971]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV