• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Karakteristik Infeksi Luka Postoperasi Pada Pasien Apendektomi Di Rumah Sakit Umum Daerah Sleman Yogyakarta

    Thumbnail
    Date
    2011-03-29
    Author
    Widayasih, Rini
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Infeksi luka postoperasi merupakan salah satu komplikasi yang sering terjadi pada tindakan pasca bedah, salah satunya adalah pasca apendektomi. Kasus apendektomi sering dijumpai, namun kejadian infeksi luka postoperasi apendektomi belum banyak diteliti. Infeksi luka postoperasi dapat meningkatkan morbiditas, dapat menyebabkan cacat bahkan kematian. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kejadian dan karakteristik infeksi luka postoperasi pada pasien apendektomi di RSUD Sleman Yogyakarta tahun 2009 Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah deskriptif non analitik dengan metode retrospektif, data bersumber dari rekam medis, dan data diolah dengan statistika deskriptif dengan perhitungan proporsi dan disajikan dalam bentuk tabel frekuensi, diagram pie dan grafik. Hasil : Angka kejadian infeksi luka postoperasi (ILO) di RSUD Sleman Yogyakarta tahun 2009 sebesar 12.72%, berdasar diagnosis, kejadian ILO terbanyak terjadi pada pasien dengan diagnosis apendisitis akut komplikata (9.09%), berdasarkan usia, lebih banyak terjadi pada pasien dengan umur antara 15-65 tahun (usia produktif) yaitu sebesar 8.18%, berdasarkan status gizi, pasien yang gemuk lebih banyak mengalami kejadian ILO yaitu sebesar 6.46%. Berdasarkan lama rawat inap preoperasi, lebih banyak terjadi pada pasien dengan lama rawat inap preoperasi < 7 hari sebesar 10%. Kejadian ILO lebih banyak terjadi pada pasien yang tidak mempunyai penyakit penyerta yaitu sebesar 12.72%. Berdasar tindakan pencukuran prebedah, kejadian ILO lebih banyak terjadi pada pasien yang tidak dilakukan pencukuran prebedah yaitu sebesar 10.9%. Kejadian ILO lebih banyak terjadi pada pasien yang lama pembedahannya ≥ 60 menit yaitu sebesar 7,27%. Berdasarkan pemberian antibiotik profilaksis, kejadian ILO justru lebih banyak terjadi pada pasien yang diberikan antibiotik profilaksis yaitu sebesar 10.9%. Kejadian ILO lebih banyak terjadi pada pasien yang dilakukan pembedahan dengan teknik laparotomi dibandingkan laparoskopi yaitu sebesar 11.81%.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/25364
    Collections
    • Medical Education [2934]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV