• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Efek Pemberian Kuersetin Terhadap Massa Testis Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Galur Wistar Jantan Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Induksi Streptozocin-Nicotinamide Yang Diberi Dan Tidak Diberi Obat

    Thumbnail
    Date
    2014-02-19
    Author
    Mardi, Fery
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Diseluruh dunia DM merupakan permasalahan yang akan terus meningkat, dengan insidensi mencapai 347 juta orang setiap tahunnya. Di Indonesia DM merupakan penyebab kematian ke-4 akan meningkat pada tahun 2030. Komplikasi makrovaskuler dan mikrovaskuler dari DM merupakan akibat dari tingginya insidensi DM setiap tahunnya. Kuersetin merupakan antioksidan yang berasal dari alam dan termasuk dalam golongan flavonoid. Antioksidan golongan flavonoid adalah antioksidan yang paling terbanyak terkandung dibahan alami dan antioksidan yang poten dalam memperbaiki DM dan komplikasinya berupa stres oksidatif. Tujuan: Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan massa testis tikus antara kelompok perlakuan yang diberi kuersetin, glibenklamid, dan kombinasi (kuersetin glibenklamid) dengan kelompok kontrol (plasebo). Metode: Penelitian ini adalah penelitian eksperimental Post Test Control Group Design. Sampel terdiri dari 16 tikus wistar jantan dengan usia 12-16 Minggu dan BB 200-300 gram, sampel dibagi 4 kelompok setelah diinduksi dan dipastikan DM. Kelompok 1 adalah kelompok kontrol (K1) mendapat plasebo. Kelompok perlakuan 2 (K2) diberi kuersetin 20 mg/kgbb/hari. Kelompok perlakuan 3 (K3) diberi glibenklamid 5 mg/kgbb/hari. Kelompok perlakuan 4 (K4) glibenklamid 5 mg/kgbb/hari dan kuersetin 20 mg/kgbb/hari. Data diperoleh dari pemeriksaan massa testis tikus. Analisis data dengan SPSS 21.0 for Windows. Hasil: Massa testis kelompok kontrol K1 (1,234±0,636) lebih rendah dari K2 (2,404±0,586) dan K3 (2,658±0,3545) dan K4 (2,518±0,601). Berdasarkan Uji One Way Anova antar kelompok terdapat perbedaan yang bermakna (p = 0,013, p < 0,05). Kesimpulan: Pada penelitian ini, dapat disimpulkan adanya perbedaan massa testis putih (Rattus norvegicus) galur wistar DM tipe 2 yang dinduksi STZ-NA antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/25149
    Collections
    • Medical Education [2934]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV