• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Eksistensi Perempuan dalam Film (Analisis Semiotika terhadap Film Athirah, Salawaku, dan Aisyah Biarkan Kami Bersaudara)

    Thumbnail
    View/Open
    16321085 Fitri Kusumasari.pdf (4.188Mb)
    Date
    2020-05-21
    Author
    Fitri Kusumasari, 16321085
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Fitri Kusumasari (16321085). Eksistensi Perempuan dalam Film : Analisis Semiotika terhadap Film Athirah, Salawaku, dan Aisyah Biarkan Kami Bersaudara. Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya, Universitas Islam Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan bagaimana film Athirah, Salawaku, dan Aisyah Biarkan Kami Bersaudara dalam menggambarkan eksistensi atau kehadiran perempuan. Biasanya setiap film membutuhkan kaum perempuan sebagai pemeran utama ataupun peran pembantu, dengan demikian perempuan ditampilkan dengan berbagai karakter menarik untuk mendukung film. Kemudian di setiap film memberikan atau meninggalkan pesan tersirat maupun tersurat yang hendak disampaikan kepada khalayaknya. Oleh sebab itu menjadi hal penting dalam film untuk memperhatikan pesan seperti apa yang dapat mempengaruhi khalayaknya tersebut. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode analisis semiotika Ferdinand De Saussure yang menemukan tanda, penanda serta petanda. Objek penelitian terdiri dari 20 scene, diantaranya film Athirah sebanyak tujuh scene, film Salawaku sebanyak tiga scene dan film Aisyah Biarkan Kami Bersaudara sebanyak delapan scene. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa dari ketiga film yang menjadi objek penelitian menggambarkan perempuan menjadi dua eksistensi yaitu eksistensi pasivitas perempuan yang ditunjukkan dengan sifat pasrah dengan kondisinya yang sering direndahkan oleh kaum laki-laki dan eksistensi independensi perempuan yang ditunjukkan dengan sifat mandiri, berani, serta pekerja keras. Masing-masing dari ketiga film berdiri pada salah satu dari kedua eksistensi tersebut, seperti pada film Athirah menunjukkan eksistensi pasivitas perempuan serta film Salawaku dan Aisyah Biarkan Kami Bersaudara menunjukkan eksistensi independensi perempuan.
    URI
    http://dspace.uii.ac.id/123456789/24463
    Collections
    • Communication [1409]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV