Strategi Komunikasi Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tegal dalam Mempromosikan Pariwisata Religi di Kabupaten Tegal
Abstract
Wicaksono, N. (2020). Strategi Komunikasi Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga
Kabupaten Tegal Dalam Mempromosikan Pariwisata Religi di Kabupaten Tegal. (Skripsi
Sarjana). Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya,
Universitas Islam Indonesia.
Kabupaten Tegal merupakan wilayah yang memiliki potensi destinasi wisata yang beragam
dari wisata alam, budaya, dan wisata religi. Wisata religi di Kabupaten Tegal sendiri
merupakan program dari Pemerintahan Kabupaten Tegal yang dikelola oleh Dinas Pariwisata,
Pemuda, dan Olahraga untuk meningkatkan pendapatan bagi Pemerintahan dan masyarakat
Kabupaten Tegal. Wisata religi yang ditawarkan di Kabupaten Tegal sendiri di antaranya ialah
Ruwat Bumi Guci, Sedekah Bumi Cacaban, serta kegiatan ziarah. Program wisata religi ini
sendiri merupakan program yang baru dimulai pada tahun 2017, sehingga Pemerintahan
Kabupaten Tegal sedang gencar untuk mempromosikan wisata religi di Kabupaten Tegal.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif lalu data penelitian ini diperoleh dari observasi
serta wawancara terhadap Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Tegal, dan
wisatawan wisata religi Kabupaten Tegal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
strategi komunikasi promosi wisata religi di Kabupaten Tegal, serta apa saja faktor pendukung
dan penghambat strategi komunikasi tersebut.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi komunikasi Dinas Pariwisata, Pemuda, dan
Olahraga Kabupaten dalam mempromosikan wisata religi di Kabupaten Tegal berfokus pada
bentuk promosi word-of-mouth dengan melibatkan masyarakat sekitar wisata religi, serta
penggunaan media yang beragam berdasarkan demografi audiens dari media tersebut. Faktor
pendukung dalam strategi komunikasi promosi wisata religi adalah penggunaan media yang
beragam seperti media massa, media sosial, pamflet, brosur, dan website sehingga dapat
menyasar seluruh komponen masyarakat, terlibatnya masyarakat Kabupaten Tegal dalam
pengelolaan wisata religi lewat kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa dan
Rencana Pemangunan Jangka Menengah Desa, dukungan dari pemerintahan Bupati
Kabupaten Tegal, kawasan wisata religi yang telah dikenal oleh masyarakat, dan tingginya
minat terhadap wisata religi di Indonesia. Sedangkan faktor penghambatnya ialah komunikator
yang ditunjuk hanya berasal dari lingkungan pemerintahan saja sehingga terkesan terlalu
formal, dan terdapat perbedaan pendapat di masyarakat mengenai kegiatan di dalam wisata
religi tersebut yang kental dengan tradisi masyarakat Jawa dan bertentangan dengan syariat
Islam.
Collections
- Communication [1409]
