Show simple item record

dc.contributor.advisorWiryono Raharjo
dc.contributor.advisorHastuti Saptorini
dc.contributor.authorAsep Suryana, 96340026
dc.date.accessioned2020-08-10T02:15:02Z
dc.date.available2020-08-10T02:15:02Z
dc.date.issued2000
dc.identifier.urihttp://dspace.uii.ac.id/123456789/23225
dc.description.abstractSebuah Stasiun Broadcasting adalah sebuah sarana komunikasi dan informasi dimana dalam prosesnya radio menyiarkan, mengirim dan menerima sinyal berupa suara melalui gelombang elektromagnetik, namun keberadaan stasiun broadcasting di Tasikmalaya saat ini masih digunakan sebatas penyiaran saja tanpa adanya interaksi yang melibatkan secara langsung dengan pendengar dalam hal ini remaja, di lain pihak terdapat tempat yang menampung kegiatan remaja yang digunakan untuk bermain atau melakukan aktivitas berupa perkumpulan remaja untuk mengapresiasikan pada seni khususnya seni musik akan tetapi masih kurang mewadahi kegiatan tersebut. Dari keadaan inilah perlu adanya suatu wadah yang dapat menampung kegiatan remaja untuk bermain atau melakukan aktivitas untuk mengapresiasikan pada seni berupa Stasiun broadcasting yang berorientasi komersial dengan fasilitas rekreasi remaja sebagai pendukungnya. Sebagai media elektronik yang mudah dijangkau berbagai lapisan masyarakat, radio sangat efektif dalam menyampaikan informasi layanan masyarakat. Untuk menciptakan stasiun Broadcasting yang berorientasi komersial perlu adanya tiga faktor yang harus dimunculkan salah satunya adalah berupa produk yang dihasilkan dapat mengubah sebuah gagasan dari satu dimensi berupa tulisan ke bentuk multidimensi berupa tape (pita) dengan melibatkan artis, aktor, sajian musik dan efek yang mengiterpretasikan pemikiran komersial sebagai daya tarik siaran, dengan tetap memperhatikan bahasa yang mudah dimengerti oleh pendengar atau sasaran yang ditujukan kepada yang menerima informasi tersebut. Untuk menarik pengunjung (masyarakat biasa, pelajar dan mahasiswa) diperlukan fasilitas-fasilitas yang dapat memberikan informasi dan tempat yang dapat dimanfaatkan kegunaanya dengan suasana yang rekreatif seperti Cafetaria, Mini Theater, Music Studio dan tempat kursus musik, internet cafe, perpustakaan, music cafe, Broadcasting Training Class, hal ini sebagai perwujudan ruang dari beberapa minat rekreasi remaja. Melalui pendekatan konsep gerak dinamis sebagai dasar pembentuk ruang yang terwujud dalam penampilan bangunan yang menjadi daya tarik sebuah Stasiun Broadcasting dengan fasilitas rekreasi sebagai pendukungnya dan pertimbangan akan tuntutan kebutuhan ruang terbuka (out door) pada fasilitas rekreasi, perlu adanya penghubungan sebagai perantara ruang luar dan ruang dalam yang dapat menjadi satu kesatuan.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectGedung Broadcasting di Tasikmalayaen_US
dc.subjectHubungan Ruang Luaren_US
dc.subjectRuang Dalamen_US
dc.subjectMencerminkan Suasana yang Rekreatifen_US
dc.titleGedung Broadcasting di Tasikmalaya Penekanan pada Hubungan Ruang Luar dengan Ruang Dalam yang Mencerminkan Suasana yang Rekreatifen_US
dc.Identifier.NIM96340026


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record