• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Asrama Mahasiswa Putra Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat di Yogyakarta Preseden Arsitektur Tradisional Dayak dan Melayu sebagai Konsep Perancangan

    Thumbnail
    View/Open
    01.0 cover.pdf (59.48Kb)
    02 preliminari.pdf (123.6Kb)
    03 daftar isi.pdf (81.13Kb)
    04 abstract.pdf (82.88Kb)
    05.1 bab 1.pdf (256.4Kb)
    05.2 bab 2.pdf (773.3Kb)
    05.3 bab 3.pdf (594.9Kb)
    06 daftar pustaka.pdf (57.13Kb)
    Date
    2003
    Author
    Zaki, Muhammad
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Kota Yogyakarta sebagai kota pelajar tak lepas dari kehadiran pelajar maupun mahasiswa sebagai motor penggeraknya. Mahasiswa yang datang dari berbagai pelosok daerah di Nusantara dengan beragam latar belakang. Bahkan pelajar mancanegara, meskipun cenderung pada pertukaran belajar atau tugas belajar. Akan tetapi Kota Yogyakarta tetap menyandang predikat "Miniatur Indonesia" oleh karenanya, wadah tempat tinggal menentukan "wajah" kota, bagaimana kota gudeg ini dapat bertahan dengan budaya dan adat istiadatnya. Asrama Mahasiswa Putra Ketapang Kalimantan Barat di Yogyakarta, dimaksudkan sebagai wadah hunian bagi para mahasiswa putra Ketapang yang belajar di Yogya. Pentingnya fungsi hunian tersebut diwujudkan dengan penekanan pada identitas khas kedaerahan. Sehingga dalam pengambilan kaidah desain dilakukan dengan pendekatan preseden terhadap dua etnis besar dan dianggap asli, yaitu arsitektur tradisional Dayak dan Melayu. Kebutuhan terhadap bangunan asrama tersebut relatif vital dengan melihat kondisi kota Yogya yang semakin lama semakin padat. Affiliation Needs atau kebutuhan untuk berkumpul mendapatkan perannya sehingga wadah fungsi asrama tersebut bukan hanya berperan sebagai tempat tinggal saja, ia juga berperan sebagai tempat dimana para pelajar yang notabene 'anak rantau' tersebut seolah mendapatkan suasana daerah, kontrol sosial, informasi, serta regenerasi terhadap calon pelajar Ketapang (KalBar), yang hendak belajar di Yogyakarta. Komunitas kedaerahan yang dapat menciptakan kontrol fisik dan sosial, menghadirkan peran dan pesan bahwa mereka hadir dengan satu tujuan sama dan akan kembali ke daerah guna membangun daerahnya. Representasi asrama dengan langgam tradisional Dayak dan Melayu tersebut diharapkan menjadi integritas terhadap penghuninya dengan pencapaian terhadap perancangan yang sesuai dengan kebutuhan, memanifestasikan identitas daerah, serta mampu memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan internal dan eksternalnya.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/1901
    Collections
    • Architecture [3971]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV