• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    KONSTRUKSI DAN RESISTENSI RUANG DI KAWASAN RAWAN BENCANA 3 DUKUH PANGUKREJO, DESA UMBULHARJO, KECAMATAN CANGKRINGAN, KABUPATEN SLEMAN

    Thumbnail
    View/Open
    01 cover.jpg (233.5Kb)
    01 cover.pdf (268.5Kb)
    02 preliminari.pdf (836.7Kb)
    03 daftar isi.pdf (238.8Kb)
    04 abstract.pdf (344.6Kb)
    05.1 bab 1.pdf (811.1Kb)
    05.2 bab 2.pdf (383.9Kb)
    05.3 bab 3.pdf (458.5Kb)
    05.4 bab 4.pdf (170.2Kb)
    06 daftar pustaka.pdf (316.0Kb)
    07.1 lampiran 1.pdf (593.7Kb)
    Date
    2019-08-15
    Author
    Istnaini 'Ainur Rohmah, 15321198
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Erupsi merapi 2010 menyebabkan meluasnya peta Kawasan Rawan Bencana. Dukuh Pangukrejo termasuk ke dalam KRB 3 dimana merupakan kawasan yang tidak boleh dihuni berdasarkan dengan peraturan undang undang, namun masih banyak warga yang menetap di dusun yang lama hal ini diduga disebabkan adanya perbedaan defini ruang antara pemerintah dan warga. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menungkap bagaimana konstruksi ruang warga Dukuh Pangukrejo terkait dengan Kawasan Rawan Bencana untuk menjawab hal tersebut peneliti menerapkan metode penelitian kualitatif dengan melakukan wawancara warga Dukuh Pangukrejo Penelitian ini menghasilkan beberapa penemuan penting: Pertama, praktik spasial warga Dukuh Pangukrejo berdasarkan kegiatan sehari-hari, menjadikan ruang di KRB 3 untuk kegiatan ekonomi (tempat kerja) dan hunian. Kedua, representasi ruang di Dukuh Pangukrejo, mengacu pada pemahaman ruang yang dibentuk oleh pemerintah berdasarkan ilmu-ilmu vulkanologi, geologi, teknik sipil, dan lainnya Ketiga, ruang representasional di Dukuh Pangukrejo, warga memahami bahwa menetap di KRB 3 berbahaya, namun hal tersebut tidak dijadikan alasan untuk meninggalkan tempat tinggal di desa asal, karena warga Dukuh Pangukrejo menganggap bahwa bencana adalah suatu hal yang wajar dan bisa terjadi dimana saja. Selain itu warga juga memiliki kepercayaan local, menganggap Gunung Merapi sebagai perantara meminta keselamatan dengan melakukan ritual ritual.
    URI
    http://dspace.uii.ac.id/123456789/18515
    Collections
    • Communication [1430]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV