Show simple item record

dc.contributor.advisorGeradi Yudistira S.Sos., M.A
dc.contributor.authorTri Inov Haripa, 15323071
dc.date.accessioned2020-02-26T06:21:33Z
dc.date.available2020-02-26T06:21:33Z
dc.date.issued2019-10-30
dc.identifier.urihttp://dspace.uii.ac.id/123456789/18430
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk melihat peran ASEAN Foundation sebagai organic intellectual dari ASEAN. Selain itu, peneliti juga ingin mengetahui seberapa efektif program AFMAM dalam membangun identitas regional. Metode yang digunakan penulis yakni mixed methods. Penulis akan menggunakan kuesioner untuk mendapatkan data, kemudian pengolahan data dilakukan melalui teknik regresi, yakni metode analisis statistik yang digunakan untuk melihat pengaruh antara dua atau lebih variabel. Subjek penelitian ini adalah anak muda yang telah mengikuti program AFMAM di tahun 2018, berjumlah 160 orang. Penjelasan mengenai ASEAN Foundation sebagai organic intellectual akan menggunakan teori Neo-Gramscian yang dicetuskan oleh Robert Cox. Teori ini menjelaskan bagaimana hegemoni ASEAN dapat diterima oleh komunitas ASEAN dengan suka-rela. Oleh sebab itu, ASEAN membentuk sub organisasi yakni ASEAN Foundation dalam mengkonstruksi common sense pada anak-anak muda, sehingga memiliki identitas sebagai komunitas ASEAN.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectNeo-Gramscianen_US
dc.subjectOrganic intellectualen_US
dc.subjectASEAN Foundationen_US
dc.subjectAFMAMen_US
dc.subjectCommon senseen_US
dc.titleUPAYA ASEAN FOUNDATION DALAM MEMBANGUN IDENTITAS REGIONAL PADA PEMUDA MELALUI PROGRAM AFMAM 2018en_US
dc.typeThesisen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record