• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Arena Pertunjukan Musik di Yogyakarta: Karakter Musik sebagai Pembeda Tata Akustik dan Setting Penonton

    Thumbnail
    View/Open
    01.0 cover.pdf (66.87Kb)
    02 preliminari.pdf (176.1Kb)
    03 daftar isi.pdf (233.1Kb)
    04 abstract.pdf (91.74Kb)
    05.1 bab 1.pdf (2.116Mb)
    05.2 bab 2.pdf (1.665Mb)
    05.3 bab 3.pdf (1.323Mb)
    06 daftar pustaka.pdf (61.12Kb)
    07.1 lampiran 1.pdf (302.0Kb)
    Date
    2004
    Author
    Sejati, Anang Prio
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Kegiatan pertunjukan musik di Yogyakarta mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Baik pertunjukan musik moderen maupun non moderen (tradisional atau klasik). Hal tersebut disebabkan Yogyakarta merupakan kota budaya dan kota pelajar dimana masyarakatnya haus akan hiburan. Pertunjukan musik merupakan salah satu hiburan yang mudah diterima oleh berbagai kalangan karena seni musik mempunyai bahasa yang universal. Di Yogyakarta masih sedikit sekali tempat-tempat yang dikhususkan untuk menggelar acara pertunjukan seni musik, baik itu pertunjukan musik indoor atau pertunjukan musik outdoor. Kebanyakan acara tersebut diadakan di gedung serba guna atau di stadion-stadion yang masih kurang memadai dari segi kenyamanan akustiknya. Arena pertunjukan musik di Yogyakarta ini mempunyai penekanan karakter musik sebagai pembeda tata akustik dan setting penonton. Arena pertunjukan akan dibedakan berdasar karakter musik, yaitu musik moderen dan musik klasik. Akan ada tiga bagian utama pada site dalam arena pertunjukan ini. Bagian pertama merupakan ruang pertunjukan indoor untuk pertunjukan musik klasik. Bagian kedua merupakan ruang interaksi, dimana ada ruang pertunjukan musik moderen dengan skala kecil dan ruang interaksi berupa kafetaria dan merchandise shop. Bagian ketiga merupakan ruang pertunjukan musik moderen dengan skala besar. Pembagian ruang pertunjukan didasarkan atas analisis dari karakter musik, yaitu ditinjau dari jenis musik, karakter sumber bunyi, dan perilaku audience. Sehingga akan didapat pemecahan masalah bagaimana penanganan akustik dan setting penonton dari masing-masing ruang pertunjukan. Dari pendekatan-pendekatan tersebut akan didapatkan suatu ruang arena sebagai wadah pertunjukan musik dan ruang interaksi, dengan penanganan akustik dan setting penonton berdasar karakter musik yang berbeda, dalam ruang pertunjukan indoor dan outdoor.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/1818
    Collections
    • Architecture [3971]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV