• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Akulturasi Hukum Islam Kedalam Masyarakat Adat Osing (Studi Kasus Pembagian Harta Waris Bagi Janda)

    Thumbnail
    View/Open
    01 cover.pdf (45.35Kb)
    02 preliminari.pdf (689.5Kb)
    03 daftar isi.pdf (199.3Kb)
    04 abstract.pdf (126.2Kb)
    05.1 bab 1.pdf (279.3Kb)
    05.2 bab 2.pdf (842.4Kb)
    05.3 bab 3.pdf (204.7Kb)
    05.4 bab 4.pdf (322.2Kb)
    05.5 bab 5.pdf (202.3Kb)
    06 daftar pustaka.pdf (124.6Kb)
    07.1 lampiran 1.pdf (671.6Kb)
    Date
    2019-09-23
    Author
    Aripin, Ruli
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh suatu permasalahan dimana dalam pelaksanaan pembagian harta waris dimasyarakat suku osing belum keseluruhannya sesuai dengan aturan yang ada dalam hukum Islam maupun hukum positif. Didalam masyarakat osing bahwa dalam pembagian harta waris ada ahli waris yang tidak mendapatkan harta waris dari peninggalan harta suami dan tradisi tersebut masih dilestarikan dilingkungan masyarakat sekitar. Fokus dan pertanyaan penelitian, yaitu; Pertama, Bagaimana Hukum waris Islam mengenai pelaksanaan pembagian harta waris adat osing?; Kedua, bagaimana pandangan hukum waris Islam mengenai pelaksanaan pembagian harta waris adat osing?. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan normatif Hasil dari penelitian ini yaitu: Pertama, pelaksanaan pembagian harta waris islam dalam adat osing sudah sesuai dengan ajaran Islam dan hukum positif. Namun, dalam pembagian harta waris tersebut ada ahli waris yang belum mendapatkan hak warisnya dari harta suami dikarenakan ada beberapa hal seperti hilangnya ikatan dalam keluarga dan tidak adanya generasi penerus dalam keluarga. Kedua, dalam pemutusan atau perdamaian antar ahli waris masyarakat osing masih menerapkan sistem perdamaian antar keluarga sehingga terjadi pertikaian antar ahli waris yang dapat menimbulkan konflik besar dalam keluarga.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/16735
    Collections
    • Islamic Law [924]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV