• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Chemical Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Chemical Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Prarancangan Pabrik Amonium Klorida Dari Amonium Sulfat Dan Natrium Klorida Dengan Kapasitas 60.000 Ton/Tahun

    Thumbnail
    View/Open
    01 cover.pdf (239Kb)
    03 daftar isi.pdf (579.6Kb)
    04 abstract.pdf (189.6Kb)
    05.1 bab 1.pdf (1011.Kb)
    05.2 bab 2.pdf (247.4Kb)
    05.5 bab 5.pdf (243.2Kb)
    06 daftar pustaka.pdf (450.8Kb)
    07. 2 Lampiran 2.pdf (761.9Kb)
    07. 3 Lampiran 3.pdf (318.4Kb)
    Date
    2019-09-23
    Author
    Maydina Dysca S., 15521001
    Satria, Emil
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Di Indonesia, sampai saat ini masih mengimpor bahan baku baterai kering yaitu Amonium Klorida karena tidak adanya pabrik amonium klorida. Kebutuhan yang sangat tinggi ini selalu dipenuhi dengan cara mengimpor amonium klorida. Amonium klorida dapat diproduksi dengan mereaksikan amonium sulfat dengan natrium klorida dengan suhu 100 C dan tekanan 1 atm. Reaksi berlangsung selama 0,4 jam dengan yield sebesar 95% serta keluaran produk berupa kristal dengan kemurnian 99%. Rancangan pabrik amonium klorida dibuat dengan kapasitas 60.000 ton/tahun dan beroperasi selama 330 hari selama 24 jam yang akan dibangun di Gresik, Jawa Timur. Kebutuhan bahan baku amonium sulfat yang digunakan ialah 9.831,19 kg/jam bersumber dari PT Petrokimia. Sedangkan kebutuhan natrium klorida ialah 8.617,93 kg/jam berasal dari PT. Unichem Candi Indonesia. Kebutuhan air sebesar 322.630 kg/hari, kebutuhan listrik dipenuhi oleh PLN dan memiliki cadangan sumber tenaga dengan menggunakan generator kapasitas 3500 kW, penyediaan pasokan pendukung seperti unit bahan bakar, unit penyedia udara panas serta unit penyedia udara bertekanan juga diperlukan demi menunjang keperluan pabrik. Kelayakan pendirian pabrik kimia di Indonesia memiliki beberapa parameter yang telah diperhitungkan dan mendapatkan nilai Return On Investment (ROI) setelah pajak 14,40% hasil perhitungan Payment Out Time (POT) diperoleh selama 4,5 tahun, nilai Break Even Point (BEP) sebesar 44.68% dan angka Shut Down Point (SDP) sebesar 21,63%. Diperlukannya analisa keuntungan sebelum mendirikan sebuah pabrik yaitu dengan menghitung total penjualan sebesar Rp 487,519,290,000,- dengan total production cost sebesar Rp 423.182.904.922,- dan mendapatkan keuntungan sebesar Rp 38.601.831.047,- setelah dipotong pajak sebesar 40%.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/16711
    Collections
    • Chemical Engineering [1338]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV