• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pengolahan Limbah Sayuran Dengan Metode Conductive Drying

    Thumbnail
    View/Open
    01 cover.jpg (323.5Kb)
    01 cover.pdf (120.2Kb)
    02 preliminari.pdf (1.686Mb)
    03 daftar isi.pdf (254.3Kb)
    04 abstract.pdf (319.9Kb)
    05.1 bab 1.pdf (328.6Kb)
    05.2 bab 2.pdf (568.8Kb)
    05.3 bab 3.pdf (611.1Kb)
    05.4 bab 4.pdf (863.5Kb)
    06 daftar pustaka.pdf (483.2Kb)
    07.1 lampiran 1.pdf (1.081Mb)
    07.2 lampiran 2.pdf (352.4Kb)
    07.3 lampiran 3.pdf (215.1Kb)
    07.4 lampiran 4.pdf (168.4Kb)
    07.5 lampiran 5.pdf (134.8Kb)
    08 naskah publikasi.pdf (974.9Kb)
    Date
    2019-07-22
    Author
    Tusania, Nova Isva
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Limbah sayuran merupakan limbah padat organik yang mengandung kadar air yang tinggi dan cepat membusuk. Jika limbah sayuran dibuang langsung dengan keadaan terbungkus tanpa adanya oksigen (anaerob), akan menghasilkan gas metana (CH4) dan karbondioksida (CO2) yang dapat mencemari lingkungan contohnya seperti penipisan lapisan ozon. Berdasarkan permasalahan tersebut, dilakukan penelitian mengenai Pengolahan Limbah Sayuran dengan Metode Conductive Drying (metode pengeringan yang tidak berkontak langsung antara bahan dengan media panas). Dirancang sebuah alat bernama Food Waste Recycler yang bertujuan untuk mengurangi volume dan timbulan limbah sayuran khususnya di sumber. Pada proses pengolahannya, kadar air pada limbah sayuran akan berkurang dan membuat limbah menjadi kering. Pengujian dilakukan pada suhu 70oC dengan berat limbah sayuran sebanyak 500 gram selama 5 jam dan 10 jam. Pada pengujian 5 jam, massa limbah menjadi 180 gram dengan kadar air 86,8% dan kadar kering 13,2%. Sedangkan pada waktu 10 jam, massa limbah menjadi 86 gram dengan kadar air 5,3% dan kadar kering 94,7%. Perbedaan kedua hasil tersebut, dikarenakan adanya proses perpindahan massa uap air dari bahan ke udara dan jika nilai kadar air lebih tinggi dibandingan kadar kering, maka bahan tersebut mengandung banyak air. Pada waktu 5 jam, tekstur limbah masih basah, warna hanya berubah menjadi kekuningan dan masih berbau. Sedangkan pada pengolahan selama 10 jam, tekstur limbah mengering, warna menjadi kecoklatan, dan tidak berbau. Untuk kandungan hara Nitrogen (N), Phosphor (P), Kalium (K) pada waktu 5 jam didapatkan hasil (N) 0,91%, (P) 1,12%, (K) 1,42%. Pada waktu 10 jam didapatkan hasil (N) 0,84%, (P) 1,10%, (K) 1,36%. Pada pengujian 5 jam, rasio C/N didapatkan hasil 13,32 dan pada waktu 10 jam rasio C/N didapatkan hasil 13,25. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa alat FWR dapat mengubah karakteristik fisik dan kimia pada limbah sayuran.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/16316
    Collections
    • Environmental Engineering [1834]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV