Show simple item record

dc.contributor.advisorGeradi Yudhistira,S.Sos., M.A
dc.contributor.authorFadel, Muhammad
dc.date.accessioned2019-11-08T07:16:12Z
dc.date.available2019-11-08T07:16:12Z
dc.date.issued2019-09-17
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/16244
dc.description.abstractPiala Dunia Afrika Selatan menjadi suatu hal yang menarik, dikarenakan Afrika Selatan mempunyai latarbelakang sebagai negara berkembang, Mega sporting events yang selama ini hanya diminati oleh negara maju, kini beralih perhatian ke negara berkembang. Afrika Selatan terpilih menjadi tuan rumah piala xvi dunia tahun 2010 pada tahun 2004 di Zurich, dengan terpilihnya Afrika Selatan jelas memberikan harapan baru terhadap negara ini, bukan hanya negara tetapi juga sampai ke benua Afrika. Bahwasanya image terhadap Afrika Selatan ataupun benua Afrika dimata internasional dapat dikatakan dipandang sebelah mata. Dalam skripsi ini akan membahas bagaimana strategi diplomasi publik dalam penyelengaraan piala dunia 2010. Skripsi ini akan menggunakan teori diplomasi publik dari Mark Leonard, dimana menurut Leonard diplomasi publik merupakan sebuah cara untuk membangun hubungan dengan cara memahami kebutuhan, budaya, dan masyarakat, mengomunikasikan pandangan dengan membenarkan mispersepsi yang ada dalam masyarakat internasional. Sehingga dalam skripsi ini akan menganalisis bagaimana strategi Afrika Selatan dalam melaksanakan piala dunia tahun 2010 melalui teori diplomasi publik.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectAfrika Selatanen_US
dc.subjectPiala duniaen_US
dc.subjectMega Sporting Eventsen_US
dc.subjectDiplomasi Publiken_US
dc.titleOlahraga Sebagai Strategi Diplomasi Publik Studi: Penyelenggaraan Piala Dunia 2010 Afrika Selatanen_US
dc.typeUndergraduate Thesisen_US
dc.Identifier.NIM15323042


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record