• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Business and Economics
    • Accounting
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Business and Economics
    • Accounting
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisa Pengaruh Penilaian Kinerja dengan Konsep Konvensional dan Konsep Value Based terhadap Rate Of Return

    Thumbnail
    View/Open
    03312278 Retno Setyaningrum.pdf (20.52Mb)
    Date
    2006
    Author
    Setyaningrum, Retno
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Kinerja perusahaan adalah produktivitas perusahaan dalam melakukan kegiatan, atau kemampuan perusahaan dalam melakukan kegiatan dalam melakukan kegiatan untuk menghasilkan suatu produk yang dapat memberikan nilai terhadap perusahaan. Istilah kinerja seringkali dikaitkan dengan kondisi keuangan perusahaan bahwa sebuah perusahaan dengan pengukuran-pengukuran melalui standar tertentu akan mampu memberikan hasil yang memuaskan, setidak-tidaknya bagi pemilik saham maupun karyawan perusahaan. Metode analisis yang umumnya digunakan untuk penilaian kinerja perusahaan adalah analisis konvensional. Dalam konsep konvensional pengukuran kinerja lebih menekankan pada laba perusahan dan arus kasnya. Namun pada prakteknya metode analisis konvensional ini memiliki banyak kekurangan, sehinggga kurang maksimal dalam memberikan informasi mengenai keadaan perusahaan yang sesungguhnya. Salah satu altematif yang digunakan untuk mengatasi kelemahan-kelemahan dari analisis konvensional adalah dengan menggunakan metode Economic Value Added (EVA). Dengan menggunakan metode EVA, akan diperoleh nilai tambah ekonomis suatu perusahaan yang secara konsep, nilai ini berbeda dengan nilai yang dihasilkan oleh alat analisis konvensional (analisis rasio). Secara ringkas analisis dengan menggunakan metode EVA walaupun perusahaan memperoleh laba yang tinggi dan memiliki rasio yang positif (besar), tetapi nilai tambah ekonomis (EVA) perusahaan tersebut belum tentu bemilai positif, begitu juga sebaliknya walaupun perusahaan mengalami kerugian dan memiliki nilai-nilai rasio yang negatif (kecil) tetapi nilai tambah ekonomis perusahaan tersebut dapat bemilai positif. Hal ini dikarenakan unsur biaya modal. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah 29perusahaan manufaktur yang terdaftar dalam Bursa Efek Jakarta.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/14552
    Collections
    • Accounting [5043]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV