• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • International Relations
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • International Relations
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    UPAYA TIONGKOK DALAM MEREDAKAN KETEGANGAN KONFLIK LAUT TIONGKOK SELATAN: PENDEKATAN TIONGKOK MENGGUNAKAN BELT AND ROAD INITIATIVE (BRI) DI FILIPINA (2013-2018)

    Thumbnail
    View/Open
    01 COVER SKRIPSI.pdf (420.1Kb)
    02 PRELINIMARI.pdf (477.8Kb)
    03 DAFTAR ISI.pdf (87.13Kb)
    04 ABSTRACT.pdf (88.20Kb)
    05.1 BAB I.pdf (323.6Kb)
    05.2 BAB II.pdf (133.5Kb)
    05.3 BAB III.pdf (236.5Kb)
    05.4 BAB IV.pdf (206.7Kb)
    06 DAFTAR PUSTAKA.pdf (381.0Kb)
    07.1 LAMPIRAN 1.pdf (247.1Kb)
    07.2 LAMPIRAN 2.pdf (520.3Kb)
    07.3 LAMPIRAN 3.pdf (295.5Kb)
    08 NASKAH PUBLIKASI.pdf (1.136Mb)
    Date
    2018-12-18
    Author
    MUHAMMAD ATHOILLAH, 14323093
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Laut Tiongkok Selatan merupakan wilayah yang berada dikelilingi beberapa negara. Wilayah Paracel dan Spartly merupakan daerah yang berapa di Laut Tiongkok Selatan yang mana terdapat masing-masing klaim dari pihak Tiongkok dan Filipina. Kedua negara ini saling memberikan klaim atas wilayah teritorialnya masing-masing. Pada tahun 2003 disepakati Declarationg Of the Conduct (DOC) sebagai aturan yang membatasi pergerakan klaim yang saling tumpang tindih. Namun pada tahun 2007-2010, Tiongkok melakukan pembangunan pulau dan pergerakan aktifnya di wilayah yang ditentukan untuk tidak membuat kegiatan yang menimbulkan ketegangan. Pada tahun 2013, Tiongkok memberikan tawaran inisiasi kerja sama yang saling menguntungkan. Tiongkok bertujuan meredakan ketegangan atas konflik Laut Tiongkok Selatan antara Tiongkok dengan Filipina menggunakan inisiasi kerja sama proyek Belt and Road Initiative (BRI) yang berisikan pelebaran perekonomian dengan cara pemberian investasi sekala besar. Dampak yang didapatkan Tiongkok dari tawaran kerjasama tersebut ialah Tiongkok mampu meredakan permasalahan dengan Filipina. Selain itukegiatan keamanan di wilayah Laut Tiongkok Selatan Tiongkok mampu mengambil alih dari Filipina. Filipina sebagai negara yang menerima tawaran kerja sama BRI ini juga memiliki tujuan yang ingin dicapai oleh Filipina. Sejalan dengan tawaran yang Tiongkok berikan, di sisi lain Filipina juga memiliki rancangan pembangunan infrastruktur guna membangun perekonomian Filipina untuk lebih maju.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/13323
    Collections
    • International Relations [914]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV