• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Economics
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Economics
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    STUDI KOMPARATIF ANTARA HUKUM POSITIF DENGAN HUKUM ISLAM TENTANG GANTI KERUGIAN TERHADAP PEMBEBASAN TANAH UNTUK KEPENTINGAN UMUM

    Thumbnail
    View/Open
    MUH. NUR IKHSAN_14421111.pdf (2.354Mb)
    Date
    2018-10-01
    Author
    MUH. NUR IKHSAN, 14421111
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Di era pembangunan saat ini, menjadikan tanah sebagai obyek yang langka. Karena dalam setiap pembangunan infrastruktur umum akan membutuhkan tanah untuk mengawali kegiatan pembangunan tersebut. Pengadaan tanah untuk kepentingan pembangunan umum seringkali memunculkan sengketa. Permasalahan yang sering terjadi itu karena adanya ketidak-sepakatan antara para pemegang hak atas tanah dan para pihak yang ingin membutuhkan tanah tentang jumlah ganti kerugian yang diberikan maupun bentuk dari ganti kerugian serta kriteria pembangunan umum tersebut. Penulis mencoba untuk melakukan penelitian tentang ganti kerugian akibat pembebasan hak-hak atas tanah untuk kepentingan umum dengan pendekatan kualitatif menggunakan metode induktif, yaitu melakukan pendekatan terhadap hukum-hukum yang berkaitan dengan ganti kerugian serta melakukan perbandingan terhadap hukum positif dengan hukum Islam tentang ganti kerugian tersebut. Adapun hasil dari penelitian ini adalah adanya persamaan dan perbedaan tentang ganti kerugian dalam hukum positif dan hukum Islam. Persamaan tersebut digambarkan dengan sifat dari pembangunan yang relatif sama yaitu, mengakomodasi semua kepentingan, jumlah dan bentuk ganti rugi serta pada prosedur penyelesaian sengketa. Sedangkan perbedaannya adalah menentukan obyek apa saja yang perlu diganti kerugiannya akibat pembebasan atau pencabutan hak atas tanah untuk kepentingan pembangunan umum. Serta adanya penitipan ganti rugi kepada pengadilan untuk para pihak yang tidak menerima atau keberatan tentang jumlah atau bentuk ganti kerugian yang telah dimusyawarahkan. Kesulitan yang dialami penulis adalah kurangnya literasi terhadap ganti kerugian mengenai tanah dalam hukum Islam, sehingga membuat penulis untuk mencari kemiripan terhadap permasalahan yang diteliti.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/13271
    Collections
    • Islamic Economics [1140]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV