• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Eksploratorium Batik Indonesia di Yogyakarta: Sebuah Upaya Perancangan Arsitektural Menciptakan Pusat Penelitian, Preservasi dan Konservasi Batik Indonesia dengan Pendekatan Konsep Perancangan Arsitektur Bioklimatis

    Thumbnail
    View/Open
    01.0 cover.pdf (70.70Kb)
    02 preliminary.pdf (109.5Kb)
    03 daftar isi.pdf (539.3Kb)
    04 abstract.pdf (92.15Kb)
    05.1 bab 1.pdf (956.0Kb)
    05.2 bab 2.pdf (500.4Kb)
    05.3 bab 3.pdf (631.8Kb)
    05.4 bab 4.pdf (2.037Mb)
    05.5 bab 5.pdf (225.2Kb)
    05.6 bab 6.pdf (1.048Mb)
    05.7 bab 7.pdf (475.5Kb)
    05.8 bab 8.pdf (486.3Kb)
    05.9 bab 9.pdf (320.1Kb)
    06 daftar pustaka.pdf (74.65Kb)
    07.1 Lampiran 1.pdf (2.570Mb)
    Date
    2004
    Author
    Nasukha, Sakti Tabiaty
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Batik. Merupakan sebuah tradisi seni yang telah menjadi warisan budaya kota Yogyakarta untuk banyak generasi, keberadaannya kini lebih dinilai sebagai sebuah komoditi perdagangan massal yang menguntungkan daripada sebagai sebuah warisan budaya yang sarat akan makna dan cerita. Orang lebih mengenal batik hanya sebatas pada kain bercorak dengan warna-warni yang cantik dan cocok dipadu padankan bersama kebaya. Atau sebutlah kain ini adalah perangkat penampilan yang menjadikan perempuan terlihat lebih "perempuan". Sementara di dunia luar batik merupa menjadi sebuah bahan kajian yang menarik dan menyenangkan. Dipertunjukan didepan kelas-kelas besar berkapasitas lebih dari 350 orang di universitas-universitas ternama di Australia. Amerika, Paris, Belanda dan seringkali dinilai sebagai hasil karya peradaban orang-orang Jawa yang sarat akan nilai-nilai kehidupan yang sederhana dan bercita rasa seni yang tinggi. Mengumpulkan yang terserak, mungkin itu gambaran besar dari fungsi dirancangnya eksploratorium ini. Tempat dimana orang awam, ahli, peneliti atau siapapun yang datang dari berbagai disiplin ilmu dari berbagai tempat dapat menemukan apa yang dicarinya berkaitan dengan dunia batik dalam one day visiting. Ditempat ini pula dapat dilakukan sebuah proses pengkajian, preservasi dan konservasi batik Indonesia dalam segala manifestasinya. Yogyakarta rnerupakan lokasi perancangan. Dipilihnya kota ini sebagai lokasi perancangan, berdasarkan kenyataan jika dikota inilah batik mengalami perkembangannya yang sangat signifikan. Keberadaan bangunan mungkin dapat sedikit membantu perkembangannya kelak. Energy problem dan menciptakan bangunan yang responsive to the climate, merupakan dua alasan kuat dipilihnya konsep perancangan arsitektur bioklimatis dalam merancang bangunan. Sebuah konsep universal yang mengupayakan terciptanya bangunan yang dapat bersinergi dengan alam. Secara khusus dalam perancangan ini konsep bertujuan untuk menciptakan ruang dalam dan ruang luar eksploratorium yang nyaman, baik dari segi thermal ruang. aktivitas dan tak lupa konsep juga diarahkan untuk dapat meminimalkan cost operational bangunan.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/1321
    Collections
    • Architecture [3971]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV