AKTIVITAS ANTI-RHEUMATOID ARTHRITIS FRAKSI TIDAK LARUT HEKSANA EKSTRAK DIKLOROMETANA DAUN SENDOK (Plantago major.L) TERHADAP EKSPRESI COX-2 DAN TNF-α PADA TIKUS GALUR WISTAR BETINA
Abstract
Rheumatoid Artritis merupakan penyakit inflamasi sistemik kronik yang terjadi pada bagian persendian dan dapat melibatkan seluruh organ tubuh disertai rasa nyeri dan bengkak pada jari-jari, lutut, dan pergelangan. Daun sendok (Plantago Major. L) diketahui memiliki kandungan asam ursolat yang memiliki efek anti-Rheumatoid Arthritis. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa Fraksi tidak larut heksan ekstrak diklorometana daun sendok dapat menurunkan aktivitas anti-Rheumatoid Arthritis pada tikus Galur Wistar yang diinduksi Complete Freund Adjuvants dilihat berdasarkan parameter aktivitas Cyclooxygenase 2 (COX-2) dan Tumor Necrosis Factor (TNF-α). Tikus dibagi menjadi 6 kelompok: normal , kontrol positif (Natrium Diklofenak) diinduksi CFA pada hari ke-0, diamati pada hari ke-47, kontrol negatif (diberi CFA) hanya diinduksi CFA pada hari ke-0, 3 perlakuan terapi fraksi tidak larut heksana masing masing dengan dosis 280mg/kgBB diinduksi CFA pada hari ke-0, diamati pada hari ke-47, 420mg/kgBB diinduksi CFA pada hari ke-0, diamati pada hari ke-47, 560mg/kgBB diinduksi CFA pada hari ke-0, diamati pada hari ke-47. Untuk analisis hasil Fraksi tidak larut heksana menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Pada hari ke-47 dibuat preparat slide kemudian dilakukan pewarnaan immunohistokimia, setelah itu diamati menggunakan mikroskop untuk melihat ekspresi sel positif yang ditandai dengan adanya warna kecoklatan. Analisis hasil ekspresi COX-2 dan TNF-α menggunakan uji Saphiro-Wilk untuk uji normalitas, kemudian uji One Way Anova dilanjutkan uji Tukey. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kelompok FTLH 280 mg/kgBB, FTLH 420 mg/kgBB, dan FTLH 560 mg/kgBB mempunyai potensi yang baik terhadap penurunan ekspresi COX-2 dan ekspresi TNF-α secara bermakna (p<0,05).
Collections
- Pharmacy [1896]
