• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    IMPLEMENTASI PASAL 158 UNDANG-UNDANG NOMOR 4 TAHUN 2009 TENTANG MINERAL DAN BATUBARA DI KABUPATEN BINTAN, PROVINSI KEPULAUAN RIAU

    Thumbnail
    View/Open
    14410480-M.Fadjar Azima.pdf (16.97Mb)
    Date
    2018-10-12
    Author
    MUHAMMAD FADJAR AZIMA, 14410480
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Implementasi Pasal 158 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral Dan Batubara Di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Penelitian ini dilakukan karena maraknya permasalahan pertambangan Mineral Dan Batubara yang beroperasi secara ilegal di wilayah Kabupaten Bintan. Rumusan Masalah Bagaimana implementasi Pasal 158 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral Dan Batubara terhadap pelaku usaha pertambangan di Kabupaten Bintan ?dan bagaimana penegakan hukum terhadap pelanggaran Pasal 158 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral Dan Batubara ?. Penelitian ini merupakan penelitian normativf (legal research) empiris (socio legal research). Data penelitian dikumpulkan dengan cara studi dokumen/ pustaka dan wawancara kepada Kepala Dinas ESDM Provinsi Kepulauan Riau, Pelaku usaha pertambangan, dan Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang. Analisis dilakukan dengan pendekatan perundang-undangan dipadukan dengan hasil dari wawancara. Hasil studi ini menunjukan bahwa Pasal 158 Undang-Undang Nomor 4 tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau telah terimplementasi namun belun terimplementasi dengan baik. Sampai saat ini berdasarkan hasil penelitian penulis penambangan tanpa izin di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau masih marak terjadi dan dalam melakukan penegakan hukumnya terhadap pertambangan ilegal sudah terlaksanakan namun belum terlaksanakan dengan baik, karena lemahnya kepolisian dalam melakukan penertiban serta sanksi hukum yang diberikan tidak terlalu memberatkan pelaku usaha pertambangan. Saran yang diajukan penulis adalah Dinas ESDM Provinsi Kepulauan Riau agar bisa melaksanakan pengawasan di lapangan secara langsung untuk mengurangi pertambangan ilegal dan untuk kepolisian agar bertindak tegas dalam menertibkan pertambangan ilegal serta hukuman yang diberikan kepada pelaku usaha pertambangan ilegal harus memberatkannya sehingga terciptanya rasa jera bagi pelaku usaha pertambangan ilegal.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/12380
    Collections
    • Law [3375]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV