• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Centers
    • DPPM (Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat)
    • Prosiding
    • Prosiding Seminar Nasional Seri 7 : menuju masyarakat madani dan lestari - diseminasi penelitian
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Centers
    • DPPM (Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat)
    • Prosiding
    • Prosiding Seminar Nasional Seri 7 : menuju masyarakat madani dan lestari - diseminasi penelitian
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    TINGKAT KONSENTRASI PERTUMBUHAN EKONOMI 33 KABUPATEN DI PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2011-2015

    Thumbnail
    View/Open
    unggul-tingkat-PROSIDING PENELITIAN SEMNAS UII 2017_580-591.pdf (904.7Kb)
    Date
    2017-11-22
    Author
    Priyadi, Unggul
    Firmansyah Aditya, Ferry
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Pertumbuhan ekonomi yang tinggi merupakan salah satu indikator keberhasilan suatu proses pembangunan. Adapun syarat bahwa pertumbuhan ekonomi tersebut efektif dalam mengurangi tingkat pengangguran maka pertumbuhan tersebut lebih menyebar di setiap golongan pendapatan termasuk digolongan penduduk miskin. Secara langsung, hal ini berarti pertumbuhan perlu dipastikan terjadi disektor-sektor dimana penduduk miskin bekerja yaitu sector pertanian atau sector yang padat karya. Adapun secara tidak langsung, diperlukan pemerintah yang cukup efektif mendistribusikan manfaat pertumbuhan yang mungkin didapatkan dari sektor modern seperti jasa yang padat modal. Meningkatnya pertumbuhan ekonomi daerah dapat dilihat dari pendapatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang merupakan salah satu indikator makro yang penting untuk mengetahui kondisi ekonomi di suatu daerah pada suatu periode tertentu. Secara kuantitatif, PDRB merupakan nilai barang dan jasa yang dihitung atas dasar harga berlaku dan atas dasar harga konstan PDRB atas dasar harga berlaku digunakan untuk melihat besaran ekonomi dan perubahan struktur ekonomi, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan digunakan untuk melihat pertumbuhan ekonomi riil atau perubahan volume produksi. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan konsentrasi geografis. Dari hasil analisis yang dilakukan dapat menunjukkan bahwa tingkat konsentrasi geografis (geographical concentration) pertumbuhan ekonomi dan IPM 33 kabupaten di Provinsi Sumatera Utara selama tahun 2010-2015 menunjukkan indikasi pertumbuhan ekonomi dan IPM di tiap kabupaten di sudah terdistribusi, meskipun besaran nilai GC bervariasi dari tahun ke tahun. Tingkat konsentrasi geografis kemiskinan dan pengangguran menunjukkan bahwa pada tiap kebupaten terdistribusi, artinya di Provinsi Sumatera Utara kondisi tersebut kurang baik karena seharusnya kemiskinan dan pengangguran terpusat dibeberapa kabupaten bukan disetiap kabupaten. Rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Utara yang tertinggi pada tahun 2013 sedangkan rata-rata pertumbuhan yang terendah yakni pada 2015. Pertumbuhan ekonomi dari 33 kabupten, sebagian besar wilayah tingkat pertumbuhannya diatas 5% dari tahun 2010- 2015. Provinsi Sumatera Utara. Pada tahun 2010, jumlah penduduk miskin terbanyak berada di Medan dengan share 10 persen. Hal tersebut dibuktikan pada tahun yang sama secara regional, share pengangguran di Medan juga lebih tinggi dibanding daerah lain.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/11547
    Collections
    • Prosiding Seminar Nasional Seri 7 : menuju masyarakat madani dan lestari - diseminasi penelitian [43]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV