• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pusat Kebudayaan di Yogyakarta sebagai Wadah Informasi dan Pagelaran Seni Budaya

    Thumbnail
    View/Open
    01.0 cover.pdf (72.48Kb)
    02 preliminary.pdf (161.2Kb)
    03 daftar isi.pdf (181.0Kb)
    04 abstract.pdf (95.52Kb)
    05.1 bab 1.pdf (613.2Kb)
    05.2 bab 2.pdf (840.0Kb)
    05.3 bab 3.pdf (896.1Kb)
    05.4 bab 4.pdf (1.128Mb)
    05.5 bab 5.pdf (175.3Kb)
    05.6 bab 6.pdf (1.772Mb)
    05.7 bab 7.pdf (467.7Kb)
    06 daftar pustaka.pdf (140.2Kb)
    07.1 Lampiran 1.pdf (1.143Mb)
    Date
    1994
    Author
    Thalani, Qadri Djafar
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Kebudayaan merupakan suatu proses belajar maupun hasil karya manusia yang sangat mendasar, berakar pada pemikiran dan naluri, hal ini seperti yang diungkapkan para pakar kebudayaan. Kebudayaan Indonesia adalah kebudayaan Bhinneka Tunggal Ika, hal ini menunjukkan adanya keanekaragaman kekayaan budaya bangsa yang dirumuskan dalam satu kesatuan dan tujuan. Berbagai usaha pelestarian, pengkajian dan peningkatan kebudayaan, dirasakan masih sangat kurang, terutama upaya pelestarian seni budaya tradisional yang dapat menunjukkan kepribadian dan aset budaya bangsa Indonesia. Demikian halnya yang terjadi di kota Yogyakarta, yang merupakan salah satu kota budaya, kota pendidikan, kota pariwisata, maupun kota konfrensi (muktamar) . Salah satu kendala yang dihadapi yaitu belum terbukanya wadah informasi dan komunikasi yang dapat menampung aktifitas yang mengarah pada perkembangan apresiasi seni budaya. Pusat kebudayaan sebagai wadah informasi dan pagelaran seni budaya adalah salah satu sarana fasilitas alternatif pilihan, dengan menitik beratkan pada keterpaduan (terpusat), yang secara fungsional dapat mewadahi, memudahkan (efisiensi) pencapaian dan penyelenggaraan bagi masyarakat (publik). Pusat kebudayaan dengan kondisi yang terpusat, masih juga dibutuhkan suatu kondisi pewadahan yang bersifat: informatif, edukatif, aktraktif, dan rekreatif. Untuk mencapai kondisi pewadahan di atas, dilakukan penataan ruang luar dan ruang dalam dengan mempertimbangkan faktor sirkulasi terhadap perilaku manusia, yang mengarah pada bentuk arsitektural, serta dapat mendukung peningkatan apresiasi seni budaya nasional pada umumnya dan seni budaya di Yogyakarta pada khususnya.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/1090
    Collections
    • Architecture [3994]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV