• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    EVALUASI PENGELOLAAN IPAL KOMUNAL DI KABUPATEN SLEMAN

    Thumbnail
    View/Open
    SKRIPSI SELESAI.pdf (3.666Mb)
    IMG_0004.pdf (487.9Kb)
    IMG_0005.pdf (735.5Kb)
    IMG_0006.pdf (738.1Kb)
    IMG_0007.pdf (596.1Kb)
    Date
    2018-04-08
    Author
    RATNAWILIS SAFISANI ENO RANUDI, 12513138
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Pengolahan pada IPAL Komunal di Kabupaten Sleman belum pernah dikaji berdasarkan baku mutu air limbah domestik dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P 68 Tahun 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi eksisting di tujuh lokasi IPAL Komunal, mengidentifikasi dan analisis kualitas air limbah outlet IPAL Komunal, serta permasalahan dari aspek teknis, sosial-ekonomi, dan kesehatan yang ada di tujuh lokasi IPAL Komunal. Metode yang digunakan untuk analisis air limbah dilakukan oleh Laboratorium Kualitas Lingkungan Universitas Islam Indonesia dan metode analisis kuesioner menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Dengan parameter yang diteliti adalah pH, BOD, COD, TSS, minyak lemak, dan total coliform. Dari hasil analisa penelitian, secara teknis tujuh lokasi IPAL Komunal menggunakan teknologi Anaerobic Baffled Reactor dan Anaerobic Filter. Kemudian pada analisa air limbah dari tujuh lokasi IPAL Komunal secara keseluruhan belum memenuhi standar baku mutu. Dari segi sosial ekonomi, semua IPAL Komunal dikelola oleh warganya. Baik dikelola oleh KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) maupun dikelola oleh perangkat desa setempat. Dengan iuran IPAL di masing-masing lokasi mulai dari Rp 2.000 – Rp 10.000. kemudian dari segi kesehatan, Masyarakat merasakan adanya perbedaan sebelum dan sesudah di bangunnya IPAL. Yang paling terasa adalah terjadi penurunan jumlah penyakit diare dari sebelum dibangunnya IPAL Komunal..
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/10630
    Collections
    • Environmental Engineering [1834]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV