| dc.description.abstract | Kopi adalah salah satu komoditas unggulan Indonesia yang perlu dipromosikan untuk meningkatkan nilai ekspor. Korea Selatan adalah salah satu target Indonesia dalam perdagangan kopi, karena terdapat beberapa faktor peluang dalam perdagangannya. Yang pertama adalah karena budaya Korea Selatan yang suka mengonsumsi kopi. Yang kedua adalah karena kondisi tanah Korea tidak mampu menghasilkan kopi dalam jumlah besar, sehingga mereka harus mengimpor kopi dari negara lain. Di antara eksportir kopi lainnya, Indonesia masih menempati peringkat ke-13 dalam mengekspor kopi ke Korea Selatan. Oleh karena itu, diperlukan lebih banyak promosi untuk meningkatkan nilai ekspor. ITPC Busan adalah lembaga pemerintah yang berfungsi sebagai jembatan untuk Indonesia dan Korea Selatan. Selain itu mereka juga mempromosikan Pariwisata Indonesia dan produk unggulannya termasuk kopi. Penelitian ini adalah tesis sarjana yang akan membahas tentang komunikasi pemasaran terpadu yang telah dilaksanakan oleh ITPC Busan untuk mempromosikan produk kopi di Korea Selatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang dapat menjelaskan dan mendeskripsikan secara lengkap. Hasil penelitian ini menemukan bahwa ITPC Busan telah melakukan beberapa bauran promosi untuk memperkenalkan kopi Indonesia di Korea Selatan seperti: mengiklankan produk unggulan Indonesia di media massa Korea Selatan, mengirim e-katalog dan telemarketing kepada para stakeholder, berpartisipasi dalam beberapa pameran adan acara festival, memanfaatkan media internet dalam pemasaran interaktif, dan melakukan aktivitas hubungan masyarakat untuk mendekati dan membangun citra baik terhadap warga Korea Selatan. Selain itu ada faktor pendukung dan penghambat kegiatan promosi kopi di Korea Selatan. Faktor-faktor pendukung seperti pemanfaatan hampir semua kegiatan bauran promosi, penggunaan media internet dalam publikasi dan interaksi, merencanakan semua program secara koordinir, dan juga adanya peluang bagus kedepan dalam promosi melalui media sosial. Dari faktor-faktor penghambat tersebut ada kurangnya pengiklanan mengenai produk kopi di media massa, dan juga kurangnya kegiatan hubungan masyarakat oleh ITPC Busan. Serta kesuksesan program pemasaran negara lain dalam hal promosi produk kopi negara mereka. | |