• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Pharmacy
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Pharmacy
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pengembangan Kapsul S-SNEDDS Berbasis Ekstrak Temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb.) sebagai Agen Antibakteri terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus Beserta Strain Resistennya

    Thumbnail
    View/Open
    24924030.pdf (22.53Mb)
    Date
    2026
    Author
    Azhar, Hanif Luthfiansyah
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) merupakan tanaman obat asli Indonesia yang mengandung kurkuminoid dan xanthorrhizol yang berpotensi sebagai antibakteri. Namun, pemanfaatannya masih terkendala oleh kelarutan dan bioavailabilitas yang rendah. Teknologi Solid Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (S-SNEDDS) dikembangkan untuk meningkatkan karakteristik fisikokimia dan efektivitas penghantaran senyawa aktif temulawak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan, mengevaluasi dan menguji aktivitas antimikroba kapsul S- SNEDDS yang mengandung ekstrak temulawak. Ekstrak temulawak diperoleh melalui maserasi menggunakan etanol 70%, kemudian diformulasikan menjadi SNEDDS dan dipadatkan menjadi S-SNEDDS menggunakan metode spray drying dan adsorpsi senyawa berpori menggunakan solid carrier mannitol dan trehalosa. Serbuk yang dihasilkan dievluasi ukuran partikel, indeks polidispersitas, potensial zeta, transmitan, karakteristik granul dan kapsul, kandungan zat aktif ekstrak dianalisis menggunakan GC-MS, sedang cemaran mikroba diuji dengan angka lempeng total (ALT) dan angka kapang khamir (AKK), uji aktivitas antimikroba diuji menggunakan metode difusi agar, serta uji penghambatan biofilm menggunakan metode crystal violet-binding assay terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus beserta strain resistennya. Formula spray drying berbasis mannitol menunjukkan karakteristik nano yang baik dengan ukuran partikel 103,6 ± 2,211 nm, indeks polidispersitas 0,337 ± 0,053, potensial zeta menunjukkan −34,933 ± 1,097 mV, dan transmitan pada 96,174 ± 0,008%. Evaluasi kapsul menunjukkan kadar <10% dan waktu hancur <15 menit. Hasil GC- MS menunjukkan puncak dominan pada waktu retensi 14,05–14,13 menit yang diduga berkaitan dengan fraksi xanthorrhizol. Formula adsorpsi-trehalosa menunjukkan mutu mikrobiologi terbaik dengan nilai ALT 9,2 × 104 CFU/g dan seluruh formula memenuhi persyaratan AKK. Pengujian antibakteri menunjukkan kapsul S-SNEDDS temulawak mampu menghambat pertumbuhan S. aureus, E. coli, MRSA, dan ESBL, serta memberikan aktivitas penghambatan biofilm yang lebih baik dibandingkan ekstrak dan SNEDDS cair. Secara keseluruhan, formulasi kapsul S-SNEDDS temulawak berhasil dikembangkan dengan karakteristik fisikokimia yang baik serta berpotensi sebagai agen antibakteri dan antibiofilm terhadap bakteri sensitif maupun bakteri resisten.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/67009
    Collections
    • Master of Pharmacy [52]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV