Show simple item record

dc.contributor.authorAzhar, Hanif Luthfiansyah
dc.date.accessioned2026-09-11T03:40:19Z
dc.date.available2026-09-11T03:40:19Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/67009
dc.description.abstractTemulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) merupakan tanaman obat asli Indonesia yang mengandung kurkuminoid dan xanthorrhizol yang berpotensi sebagai antibakteri. Namun, pemanfaatannya masih terkendala oleh kelarutan dan bioavailabilitas yang rendah. Teknologi Solid Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (S-SNEDDS) dikembangkan untuk meningkatkan karakteristik fisikokimia dan efektivitas penghantaran senyawa aktif temulawak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan, mengevaluasi dan menguji aktivitas antimikroba kapsul S- SNEDDS yang mengandung ekstrak temulawak. Ekstrak temulawak diperoleh melalui maserasi menggunakan etanol 70%, kemudian diformulasikan menjadi SNEDDS dan dipadatkan menjadi S-SNEDDS menggunakan metode spray drying dan adsorpsi senyawa berpori menggunakan solid carrier mannitol dan trehalosa. Serbuk yang dihasilkan dievluasi ukuran partikel, indeks polidispersitas, potensial zeta, transmitan, karakteristik granul dan kapsul, kandungan zat aktif ekstrak dianalisis menggunakan GC-MS, sedang cemaran mikroba diuji dengan angka lempeng total (ALT) dan angka kapang khamir (AKK), uji aktivitas antimikroba diuji menggunakan metode difusi agar, serta uji penghambatan biofilm menggunakan metode crystal violet-binding assay terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus beserta strain resistennya. Formula spray drying berbasis mannitol menunjukkan karakteristik nano yang baik dengan ukuran partikel 103,6 ± 2,211 nm, indeks polidispersitas 0,337 ± 0,053, potensial zeta menunjukkan −34,933 ± 1,097 mV, dan transmitan pada 96,174 ± 0,008%. Evaluasi kapsul menunjukkan kadar <10% dan waktu hancur <15 menit. Hasil GC- MS menunjukkan puncak dominan pada waktu retensi 14,05–14,13 menit yang diduga berkaitan dengan fraksi xanthorrhizol. Formula adsorpsi-trehalosa menunjukkan mutu mikrobiologi terbaik dengan nilai ALT 9,2 × 104 CFU/g dan seluruh formula memenuhi persyaratan AKK. Pengujian antibakteri menunjukkan kapsul S-SNEDDS temulawak mampu menghambat pertumbuhan S. aureus, E. coli, MRSA, dan ESBL, serta memberikan aktivitas penghambatan biofilm yang lebih baik dibandingkan ekstrak dan SNEDDS cair. Secara keseluruhan, formulasi kapsul S-SNEDDS temulawak berhasil dikembangkan dengan karakteristik fisikokimia yang baik serta berpotensi sebagai agen antibakteri dan antibiofilm terhadap bakteri sensitif maupun bakteri resisten.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjecttemulawak, S-SNEDDS, antibakteri, antibiofilm, resistensien_US
dc.titlePengembangan Kapsul S-SNEDDS Berbasis Ekstrak Temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb.) sebagai Agen Antibakteri terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus Beserta Strain Resistennyaen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM24924030


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record