• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Perbandingan Pengaturan Perlindungan Martabat Jenazah dan Tindak Pidana Nekrofilia di Indonesia dan Inggris

    Thumbnail
    View/Open
    22410516.pdf (1.438Mb)
    22410516_Daftar Pustaka.pdf (211.3Kb)
    22410516_BAB 1.pdf (341.4Kb)
    Date
    2026
    Author
    El Warda, Sheva Tazkiya
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Fenomena kejahatan seksual terhadap jenazah nekrofilia merupakan pelanggaran serius terhadap martabat manusia yang tidak hanya melekat pada manusia yang masih hidup akan tetapi manusia yang sudah meninggal berakhir pada kematian biologis. Dalam sistem hukum pidana Indonesia, perbuatan tersebut belum diatur secara eksplisit sebagai tindak pidana khusus, melainkan masih dikualifikasikan secara implisit melalui Pasal 271 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana KUHP mengenai perlakuan tidak beradab terhadap jenazah. Rumusan norma yang bersifat umum serta ancaman pidana yang relatif ringan menimbulkan kekaburan hukum dan berpotensi melemahkan perlindungan terhadap kehormatan jenazah serta rasa keadilan masyarakat. Permasalahan ini menjadi semakin relevan apabila dibandingkan dengan praktik hukum di Inggris yang secara progresif merespons kejahatan nekrofilia melalui penguatan norma berbasis martabat manusia serta integrasi pendekatan kriminologis dan forensik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaturan tindak pidana nekrofilia dalam hukum pidana Indonesia dan merumuskan konsep pengaturan ideal berdasarkan best practice sistem hukum Inggris. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan perbandingan hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan nekrofilia di Indonesia masih bersifat implisit dan multitafsir, sehingga diperlukan reformulasi kebijakan hukum pidana melalui pengaturan eksplisit dengan unsur delik yang jelas dan sanksi yang proporsional guna menjamin perlindungan martabat manusia pascakematian.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/66772
    Collections
    • Law [3916]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV