• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Yuridis Implementasi Hak Kebebasan Berserikat Pekerja atas Pemberangusan Serikat Pekerja (Union Busting) Berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2000

    Thumbnail
    View/Open
    22410804_Daftar Pustaka.pdf (217.1Kb)
    22410804_BAB 1.pdf (350.2Kb)
    22410804.pdf (1.386Mb)
    Date
    2026
    Author
    Nuria, Amanda Trisna Arka
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis analisis yuridis hak kebebasan berserikat pekerja atas pemberangusan serikat pekerja (union busting) berdasarkan undang-undang nomor 21 tahun 2000. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana ANALISIS YURIDIS IMPLEMENTASI HAK KEBEBASAN BERSERIKAT PEKERJA ATAS PEMBERANGUSAN SERIKAT PEKERJA (UNION BUSTING) BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 21 TAHUN 2000dan bagaimana perbandingan jenis sanksi hukum terhadap praktik union busting di Indonesia dan Filipina. Jenis penelitian pada penelitian ini adalah metode hukum normatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan perundang- undangan dan pendekatan konseptual. Sumber data penelitian menggunakan data sekunder berupa bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, serta menggunakan analisis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kebebasan berserikat merupakan hak fundamental pekerja yang dijamin secara konstitusional, yuridis, dan internasional serta dilindungi dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2000 melalui larangan praktik union busting dan sanksi pidana bagi pelakunya. Pelaksanaan perlindungan hukum terhadap kebebasan berserikat di Indonesia masih belum efektif karena lemahnya penegakan hukum, kesulitan pembuktian, minimnya pengawasan, dan ketimpangan posisi antara pekerja dan pengusaha. Kedua, Indonesia dan Filipina sama-sama melindungi hak kebebasan berserikat, namun Indonesia lebih menekankan pendekatan pidana dan efek jera, sedangkan Filipina lebih berorientasi pada pemulihan hak pekerja melalui mekanisme administratif dan perdata.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/66718
    Collections
    • Law [3916]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV