• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pertimbangan yuridis dan sosiologis hakim dalam penetapan dispensasi kawin (Analisis terhadap perlindungan anak dan prinsip kemaslahatan pada Pengadilan Agama Sleman)

    Thumbnail
    View/Open
    22410582.pdf (1.883Mb)
    22410582_BAB 1.pdf (402.7Kb)
    22410582_Daftar Pustaka.pdf (220.8Kb)
    Date
    2026
    Author
    Abida, Nafila
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar belakang penelitian ini adalah tingginya perkara dispensasi kawin di Pengadilan Agama Sleman yang berisiko meningkatkan angka perkawinan anak beserta dampak negatifnya akibat kurangnya kesiapan lahir dan batin. Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1. Apa pertimbangan yuridis dan sosiologis yang digunakan hakim Pengadilan Agama Sleman dalam memberikan penetapan dispensasi kawin; 2. Apakah pertimbangan yuridis dan sosiologis tersebut sudah sesuai dengan tujuan perlindungan anak serta prinsip kemaslahatan dalam praktik dispensasi kawin. Penelitian ini memadukan data primer dari wawancara lapangan dengan data sekunder dari studi kepustakaan. Data sekunder tersebut yang berfungsi sebagai landasan penguat bagi data primer. Berdasarkan penelitian ini, pertimbangan yuridis hakim mengacu pada Pasal 7 UU Perkawinan dan PERMA No. 5 Tahun 2019. Adapun pertimbangan sosiologis berpedoman pada prinsip al-maslahah mursalah dengan menelaah kesiapan aspek ekonomi, pendidikan, dan dukungan keluarga. Seluruh pertimbangan yang digunakan hakim belum sepenuhnya selaras dengan prinsip perlindungan anak dan kemaslahatan. Angka permohonan yang melonjak terjadi karena mayoritas keadaan telah memenuhi kualifikasi "alasan sangat mendesak" berupa kehamilan, sehingga dispensasi dikabulkan sebagai solusi terakhir demi kepastian hukum dan penyelamatan nasab anak. Penelitian ini menyarankan adanya keselarasan antara dinas terkait, sekolah, dan orang tua dalam mengupayakan sosialisasi pencegahan perkawinan anak serta peningkatan pengawasan moral.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/66404
    Collections
    • Law [3916]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV