Evaluasi terapi kegawatdaruratan hiperglikemia dan hipoglikemia pada pasien diabetes melitus di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping
Abstract
Latar Belakang: Kegawatdaruratan akut seperti hiperglikemia dan hipoglikemia yang
terjadi pada pasien Diabetes Melitus dapat berkembang menjadi komplikasi serius
seperti Ketoasidosis Diabetik (KAD), Status Hiperglikemia Hiperosmolar (SHH),
maupun hipoglikemia. Penatalaksanaan yang tepat, dan sesuai pedoman terapi sangat
diperlukan untuk mencegah mortalitas dan komplikasi kronis. Oleh karena itu, evaluasi
terhadap terapi kegawatdaruratan dan efektivitas kontrol glikemik menjadi penting
untuk memastikan mutu pelayanan yang optimal.
Tujuan: Mengetahui profil terapi kegawatdaruratan hiperglikemia dan hipoglikemia,
menilai kesesuaiannya dengan pedoman terapi, serta mengevaluasi hasil kontrol
glikemik pada pasien diabetes melitus di RS PKU Muhammadiyah Gamping.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional dengan
pendekatan retrospektif dan potong lintang berdasarkan rekam medis pasien yang
mengalami kegawatdaruratan hiperglikemia (KAD atau SHH), hipoglikemia. Data
dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase untuk
menggambarkan profil terapi dan karakteristik pasien, serta dilakukan analisis
hubungan antara kesesuaian terapi dengan hasil kontrol glikemik menggunakan uji
Fisher's Exact Test melalui aplikasi RStudio.
Hasil: Pada pasien KAD, kesesuaian jenis cairan resusitasi dan jenis insulin mencapai
100%, sedangkan kesesuaian dosis cairan dan dosis insulin masing-masing sebesar
23,0% dan 25,0%. Pada pasien hipoglikemia, kesesuaian terapi berdasarkan PERKENI
2022 sebesar 0%, sedangkan berdasarkan Pedoman Kementerian Kesehatan Tahun
2020 sebesar 61,54%. Sebagian besar pasien pada kedua kelompok menunjukkan
perbaikan kontrol glikemik dan dipulangkan dalam kondisi sembuh. Hasil uji Fisher's
Exact Test menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kesesuaian
terapi dengan hasil kontrol glikemik (p>0,05).
Kesimpulan: Terapi kegawatdaruratan pada pasien ketoasidosis diabetik dan
hipoglikemia telah menunjukkan kesesuaian jenis terapi yang tinggi. Sebagian besar
pasien pada kedua kelompok mencapai kontrol glikemik yang baik. Tidak terdapat
hubungan yang bermakna antara kesesuaian terapi dengan hasil kontrol glikemik.
Collections
- Pharmacy [2101]
