Show simple item record

dc.contributor.authorSantoso, Keisya Berlian Ariesena Verananta
dc.date.accessioned2026-08-26T06:50:32Z
dc.date.available2026-08-26T06:50:32Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/66374
dc.description.abstractLatar Belakang: Kegawatdaruratan akut seperti hiperglikemia dan hipoglikemia yang terjadi pada pasien Diabetes Melitus dapat berkembang menjadi komplikasi serius seperti Ketoasidosis Diabetik (KAD), Status Hiperglikemia Hiperosmolar (SHH), maupun hipoglikemia. Penatalaksanaan yang tepat, dan sesuai pedoman terapi sangat diperlukan untuk mencegah mortalitas dan komplikasi kronis. Oleh karena itu, evaluasi terhadap terapi kegawatdaruratan dan efektivitas kontrol glikemik menjadi penting untuk memastikan mutu pelayanan yang optimal. Tujuan: Mengetahui profil terapi kegawatdaruratan hiperglikemia dan hipoglikemia, menilai kesesuaiannya dengan pedoman terapi, serta mengevaluasi hasil kontrol glikemik pada pasien diabetes melitus di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional dengan pendekatan retrospektif dan potong lintang berdasarkan rekam medis pasien yang mengalami kegawatdaruratan hiperglikemia (KAD atau SHH), hipoglikemia. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase untuk menggambarkan profil terapi dan karakteristik pasien, serta dilakukan analisis hubungan antara kesesuaian terapi dengan hasil kontrol glikemik menggunakan uji Fisher's Exact Test melalui aplikasi RStudio. Hasil: Pada pasien KAD, kesesuaian jenis cairan resusitasi dan jenis insulin mencapai 100%, sedangkan kesesuaian dosis cairan dan dosis insulin masing-masing sebesar 23,0% dan 25,0%. Pada pasien hipoglikemia, kesesuaian terapi berdasarkan PERKENI 2022 sebesar 0%, sedangkan berdasarkan Pedoman Kementerian Kesehatan Tahun 2020 sebesar 61,54%. Sebagian besar pasien pada kedua kelompok menunjukkan perbaikan kontrol glikemik dan dipulangkan dalam kondisi sembuh. Hasil uji Fisher's Exact Test menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kesesuaian terapi dengan hasil kontrol glikemik (p>0,05). Kesimpulan: Terapi kegawatdaruratan pada pasien ketoasidosis diabetik dan hipoglikemia telah menunjukkan kesesuaian jenis terapi yang tinggi. Sebagian besar pasien pada kedua kelompok mencapai kontrol glikemik yang baik. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kesesuaian terapi dengan hasil kontrol glikemik.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectDiabetes Melitus, Hiperglikemia, KAD, Hipoglikemia, Terapi Kegawatdaruratanen_US
dc.titleEvaluasi terapi kegawatdaruratan hiperglikemia dan hipoglikemia pada pasien diabetes melitus di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gampingen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22613211


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record