Analisis pengungkapan sustainable procurement dalam mendukung prinsip keberlanjutan berdasarkan ISO 20400 pada PT Vale Indonesia Tbk
Abstract
Peningkatan perhatian terhadap isu keberlanjutan mendorong perusahaan untuk
mengintegrasikan aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial ke dalam aktivitas rantai pasok,
termasuk proses pengadaan. PT Vale Indonesia Tbk sebagai perusahaan pertambangan
nikel terintegrasi telah mengimplementasikan berbagai inisiatif keberlanjutan dalam
operasionalnya. Sustainability Report perusahaan disusun dengan mengacu pada GRI
Standards untuk mengungkapkan kinerja keberlanjutan. Namun, GRI Standards lebih
berfokus pada pelaporan keberlanjutan secara umum dan belum secara spesifik
mengevaluasi penerapan sustainable procurement berdasarkan tahapan proses
pengadaan. Oleh karena itu, diperlukan analisis berbasis ISO 20400:2017 untuk menilai
sejauh mana praktik sustainable procurement telah diintegrasikan dalam proses
pengadaan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi
sustainable procurement pada PT Vale Indonesia Tbk berdasarkan Sustainability Report
tahun 2024 dengan mengacu pada Key Performance Indicator (KPI) yang dikembangkan
dari Klausul 7 ISO 20400:2017, serta merumuskan usulan perbaikan berdasarkan Best
Practices SCOR DS 14. Penelitian menggunakan metode content analysis yang didukung
perangkat lunak NVivo 15. Penilaian dilakukan melalui aspek substansi dan disclosure
menggunakan metode scoring, kemudian divalidasi oleh akademisi dan praktisi melalui
Focus Group Discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi
sustainable procurement di PT Vale Indonesia Tbk telah berjalan cukup baik dengan rata-
rata skor substansi sebesar 69% dan skor disclosure sebesar 59%. Kategori Membangun
dari Proses yang Sudah Ada memperoleh skor tertinggi sebesar 100%, sedangkan
kategori Perencanaan dan Mengintegrasikan Persyaratan Keberlanjutan ke dalam
Spesifikasi memperoleh skor terendah masing-masing sebesar 56% dan 53%. Hasil
analisis kesenjangan menunjukkan bahwa masih terdapat beberapa aspek yang
memerlukan peningkatan, khususnya terkait penguatan prosedur formal, integrasi aspek
keberlanjutan dalam proses pengadaan, serta mekanisme pemantauan dan evaluasi
keberlanjutan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi perusahaan dalam
meningkatkan implementasi sustainable procurement secara berkelanjutan.
Collections
- Industrial Engineering [3109]
