Show simple item record

dc.contributor.authorSari, Dita Kurnia
dc.date.accessioned2026-08-24T04:56:47Z
dc.date.available2026-08-24T04:56:47Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/66321
dc.description.abstractPeningkatan perhatian terhadap isu keberlanjutan mendorong perusahaan untuk mengintegrasikan aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial ke dalam aktivitas rantai pasok, termasuk proses pengadaan. PT Vale Indonesia Tbk sebagai perusahaan pertambangan nikel terintegrasi telah mengimplementasikan berbagai inisiatif keberlanjutan dalam operasionalnya. Sustainability Report perusahaan disusun dengan mengacu pada GRI Standards untuk mengungkapkan kinerja keberlanjutan. Namun, GRI Standards lebih berfokus pada pelaporan keberlanjutan secara umum dan belum secara spesifik mengevaluasi penerapan sustainable procurement berdasarkan tahapan proses pengadaan. Oleh karena itu, diperlukan analisis berbasis ISO 20400:2017 untuk menilai sejauh mana praktik sustainable procurement telah diintegrasikan dalam proses pengadaan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi sustainable procurement pada PT Vale Indonesia Tbk berdasarkan Sustainability Report tahun 2024 dengan mengacu pada Key Performance Indicator (KPI) yang dikembangkan dari Klausul 7 ISO 20400:2017, serta merumuskan usulan perbaikan berdasarkan Best Practices SCOR DS 14. Penelitian menggunakan metode content analysis yang didukung perangkat lunak NVivo 15. Penilaian dilakukan melalui aspek substansi dan disclosure menggunakan metode scoring, kemudian divalidasi oleh akademisi dan praktisi melalui Focus Group Discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi sustainable procurement di PT Vale Indonesia Tbk telah berjalan cukup baik dengan rata- rata skor substansi sebesar 69% dan skor disclosure sebesar 59%. Kategori Membangun dari Proses yang Sudah Ada memperoleh skor tertinggi sebesar 100%, sedangkan kategori Perencanaan dan Mengintegrasikan Persyaratan Keberlanjutan ke dalam Spesifikasi memperoleh skor terendah masing-masing sebesar 56% dan 53%. Hasil analisis kesenjangan menunjukkan bahwa masih terdapat beberapa aspek yang memerlukan peningkatan, khususnya terkait penguatan prosedur formal, integrasi aspek keberlanjutan dalam proses pengadaan, serta mekanisme pemantauan dan evaluasi keberlanjutan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi perusahaan dalam meningkatkan implementasi sustainable procurement secara berkelanjutan.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectBest Practices, ISO 20400:2017, NVivo 15, Sustainable Procurement, Sustainability Reporten_US
dc.titleAnalisis pengungkapan sustainable procurement dalam mendukung prinsip keberlanjutan berdasarkan ISO 20400 pada PT Vale Indonesia Tbken_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22522258


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record