Evaluasi Terapi Kegawatdaruratan Hiperglikemia dan Hipoglikemia pada Pasien Diabetes Melitus di Rumah Sakit Universitas Islam Indonesia
Abstract
Latar Belakang: Kadar glukosa darah tidak terkontrol dapat memicu komplikasi akut
berupa krisis hiperglikemia (KAD dan SHH) serta hipoglikemia. Ketidaksesuaian
penanganan dapat meningkatkan risiko komplikasi dan kematian, sehingga diperlukan
evaluasi terapi kegawatdaruratan berdasarkan pedoman terapi.
Tujuan: Mengetahui profil dan kesesuaian terapi kegawatdaruratan
hiperglikemia/hipoglikemia berdasarkan pedoman, menganalisis hasil terapi, serta
hubungan kesesuaian terapi dengan hasil terapi di RS Universitas Islam Indonesia.
Metode: Studi cross-sectional retrospektif pada rekam medis pasien diabetes melitus
dengan diagnosis krisis hiperglikemia (KAD atau SHH) atau hipoglikemia periode
Januari 2023-Desember 2025. Analisis deskriptif menggunakan Microsoft Excel 2021
untuk mengetahui profil terapi, kesesuaian terapi dan hasil terapi. Hubungan
kesesuaian terapi dengan hasil terapi dianalisis dengan uji Fisher Exact Test
menggunakan RStudio.
Hasil: Terapi KAD didominasi NaCl 0,9%, insulin novorapid dan long acting; SHH
NaCl 0,9% dan NaCl 0,45%, insulin novorapid; hipoglikemia dekstrosa 40% dan
dekstrosa 10%. Kesesuaian jenis cairan dan insulin pada KAD dan SHH tinggi (>94%),
dosis cairan >41%, dosis insulin rendah (KAD 11,8%; SHH 7,1%), dan rute pemberian
insulin tinggi (>78%). Kesesuaian terapi hipoglikemia berdasarkan PERKENI 2024
33,3% berdasarkan pedoman terbaru. Hasil terapi KAD didiominasi tidak tercapai,
SHH berlebih dan hipoglikemia peningkatan KGD tercapai pada seluruh titik
pengukuran. Tidak terdapat hubungan bermakna antara kesesuaian terapi dengan hasil
terapi pada seluruh parameter (p > 0,05).
Kesimpulan: Kesesuaian jenis cairan dan insulin sebagian besar sesuai PERKENI
2022, namun dosis insulin masih rendah. Kesesuaian hipoglikemia rendah menurut
PERKENI 2024 namun tinggi menurut PERKENI 2022. Hasil terapi menunjukkan
perbaikan klinis pada sebagian besar pasien di seluruh kelompok, dan tidak terdapat
hubungan bermakna antara kesesuaian terapi dengan hasil kontrol glikemik
berdasarkan uji Fisher's Exact Test (p > 0,05).
Collections
- Pharmacy [2101]
