Show simple item record

dc.contributor.authorRetnaningtyas, Diah Aprily
dc.date.accessioned2026-08-20T06:34:22Z
dc.date.available2026-08-20T06:34:22Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/66211
dc.description.abstractLatar Belakang: Kadar glukosa darah tidak terkontrol dapat memicu komplikasi akut berupa krisis hiperglikemia (KAD dan SHH) serta hipoglikemia. Ketidaksesuaian penanganan dapat meningkatkan risiko komplikasi dan kematian, sehingga diperlukan evaluasi terapi kegawatdaruratan berdasarkan pedoman terapi. Tujuan: Mengetahui profil dan kesesuaian terapi kegawatdaruratan hiperglikemia/hipoglikemia berdasarkan pedoman, menganalisis hasil terapi, serta hubungan kesesuaian terapi dengan hasil terapi di RS Universitas Islam Indonesia. Metode: Studi cross-sectional retrospektif pada rekam medis pasien diabetes melitus dengan diagnosis krisis hiperglikemia (KAD atau SHH) atau hipoglikemia periode Januari 2023-Desember 2025. Analisis deskriptif menggunakan Microsoft Excel 2021 untuk mengetahui profil terapi, kesesuaian terapi dan hasil terapi. Hubungan kesesuaian terapi dengan hasil terapi dianalisis dengan uji Fisher Exact Test menggunakan RStudio. Hasil: Terapi KAD didominasi NaCl 0,9%, insulin novorapid dan long acting; SHH NaCl 0,9% dan NaCl 0,45%, insulin novorapid; hipoglikemia dekstrosa 40% dan dekstrosa 10%. Kesesuaian jenis cairan dan insulin pada KAD dan SHH tinggi (>94%), dosis cairan >41%, dosis insulin rendah (KAD 11,8%; SHH 7,1%), dan rute pemberian insulin tinggi (>78%). Kesesuaian terapi hipoglikemia berdasarkan PERKENI 2024 33,3% berdasarkan pedoman terbaru. Hasil terapi KAD didiominasi tidak tercapai, SHH berlebih dan hipoglikemia peningkatan KGD tercapai pada seluruh titik pengukuran. Tidak terdapat hubungan bermakna antara kesesuaian terapi dengan hasil terapi pada seluruh parameter (p > 0,05). Kesimpulan: Kesesuaian jenis cairan dan insulin sebagian besar sesuai PERKENI 2022, namun dosis insulin masih rendah. Kesesuaian hipoglikemia rendah menurut PERKENI 2024 namun tinggi menurut PERKENI 2022. Hasil terapi menunjukkan perbaikan klinis pada sebagian besar pasien di seluruh kelompok, dan tidak terdapat hubungan bermakna antara kesesuaian terapi dengan hasil kontrol glikemik berdasarkan uji Fisher's Exact Test (p > 0,05).en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectKrisis Hiperglikemia, KAD, SHH, Hipoglikemia, Terapi Kegawatdaruratanen_US
dc.titleEvaluasi Terapi Kegawatdaruratan Hiperglikemia dan Hipoglikemia pada Pasien Diabetes Melitus di Rumah Sakit Universitas Islam Indonesiaen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22613171


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record