• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Engineering Design Innovation
    • Architecture
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Engineering Design Innovation
    • Architecture
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Museum Sains Yogyakarta : Pendekatan Fraktal sebagai Pengintegrasi antara Bentuk Bangunan dan Tapak

    Thumbnail
    View/Open
    04512017.pdf (23.60Mb)
    Date
    2009
    Author
    Gunagama, M. Galieh
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Laju perkembangan ilmu pengetahun dan teknologi (IPTEK) dewasa ini sangatlah cepat. Setiap saat manusia diharuskan untuk dapat lebih tanggap terhadap perkembangan sains demi memperbaiki taraf hidupnya di masa depan. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa usaha tersebut membutuhkan penyeimbang. Penyeimbang tersebut berupa pembelajaran terhadap masa lalu agar tidak terjadi kesalahan yang sama di masa yang akan datang. Oleh karena itu, didirikankanlah sarana pembelajaran yang dinamakan museum. Museum sains terwujud sebagai usaha untuk memperdalam pemahaman publik tentang sains dan pencapaian-pencapaian dalam IPTEK. Yogyakarta yang dikenal sebagai kota pendidikan, tidak dapat dipisahkan dari IPTEK. Sebagian besar publik Yogyakarta merupakan masyarakat yang maju sehingga selalu dituntut untuk dapat mengikuti perkembangan teknologi bagi masa depannya. Demi menangkap cepatnya kemajuan sains dan menyebarkannya kepada publik, keberadaan museum sains yang mampu merangkum perkembangan sains dirasa sudah sangat diperlukan di kota tersebut. Fraktal sebagai bagian dari sains modern adalah bukti empiris yang tak terbantahkan tentang keteraturan di alam semesta ini. Terdapat keseimbangan dan keteraturan di alam semesta yang dapat terlihat pula pada bagian-bagiannya yang terkecil. Inilah pesan yang akan disampaikan Museum Sains Yogyakarta kepada publik melalui bahasa arsitektural pada tataran desain bangunan dan lansekap yang mengelilinginya. Tuntutan agar museum dapat menjadi menarik bagi pengunjungnya adalah hal utama yang harus diperhatikan. Dengan mengetengahkan gagasan tentang kemutakhiran desain bangunan, Museum Sains Yogyakarta diharapkan dapat memenuhi tuntutan tersebut. Dengan dilengkapi ruangan-ruangan khusus seperti mini teater, laboratorium, dan ruang internet, diharapkan atraksi dalam museum menjadi lebih sempurna.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/64022
    Collections
    • Architecture [4119]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV