Show simple item record

dc.contributor.authorGunagama, M. Galieh
dc.date.accessioned2026-07-04T03:17:53Z
dc.date.available2026-07-04T03:17:53Z
dc.date.issued2009
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/64022
dc.description.abstractLaju perkembangan ilmu pengetahun dan teknologi (IPTEK) dewasa ini sangatlah cepat. Setiap saat manusia diharuskan untuk dapat lebih tanggap terhadap perkembangan sains demi memperbaiki taraf hidupnya di masa depan. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa usaha tersebut membutuhkan penyeimbang. Penyeimbang tersebut berupa pembelajaran terhadap masa lalu agar tidak terjadi kesalahan yang sama di masa yang akan datang. Oleh karena itu, didirikankanlah sarana pembelajaran yang dinamakan museum. Museum sains terwujud sebagai usaha untuk memperdalam pemahaman publik tentang sains dan pencapaian-pencapaian dalam IPTEK. Yogyakarta yang dikenal sebagai kota pendidikan, tidak dapat dipisahkan dari IPTEK. Sebagian besar publik Yogyakarta merupakan masyarakat yang maju sehingga selalu dituntut untuk dapat mengikuti perkembangan teknologi bagi masa depannya. Demi menangkap cepatnya kemajuan sains dan menyebarkannya kepada publik, keberadaan museum sains yang mampu merangkum perkembangan sains dirasa sudah sangat diperlukan di kota tersebut. Fraktal sebagai bagian dari sains modern adalah bukti empiris yang tak terbantahkan tentang keteraturan di alam semesta ini. Terdapat keseimbangan dan keteraturan di alam semesta yang dapat terlihat pula pada bagian-bagiannya yang terkecil. Inilah pesan yang akan disampaikan Museum Sains Yogyakarta kepada publik melalui bahasa arsitektural pada tataran desain bangunan dan lansekap yang mengelilinginya. Tuntutan agar museum dapat menjadi menarik bagi pengunjungnya adalah hal utama yang harus diperhatikan. Dengan mengetengahkan gagasan tentang kemutakhiran desain bangunan, Museum Sains Yogyakarta diharapkan dapat memenuhi tuntutan tersebut. Dengan dilengkapi ruangan-ruangan khusus seperti mini teater, laboratorium, dan ruang internet, diharapkan atraksi dalam museum menjadi lebih sempurna.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectMuseum Sains Yogyakartaen_US
dc.subjectPendekatan Fraktalen_US
dc.subjectBentuk Bangunanen_US
dc.subjectTapaken_US
dc.titleMuseum Sains Yogyakarta : Pendekatan Fraktal sebagai Pengintegrasi antara Bentuk Bangunan dan Tapaken_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM04512017


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record