• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Konsep Mahar dalam Counter Legal Draft Kompilasi Hukum Islam Menurut Maqăşid Syari'ah Abdullah Saeed

    Thumbnail
    View/Open
    16913117.pdf (4.944Mb)
    Date
    2019
    Author
    Afdoli, Ahmad
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Mahar merupakan salah satu aspek yang harus ada dalam pernikahan. Keharusan itu telah dijelaskan melalui nash, baik Al- Qur'an maupun Hadits. Nash tersebut merupakan dalil dari disyari'atkannya pemberian mahar. Dan ketentuan yang ada dalam nash tersebut dijelaskan bahwa, mahar merupakan pemberian dari calon suami kepada calon istri. Akan tetapi dalam Counter Legal Draft Kompilasi Hukum Islam memberikan rumusan yang berbeda dengan mengatakan bahwa, pemberian mahar tidak harus ditunaikan oleh calon suami, dalam artian bahwa dalam perkawinan mahar bisa diberikan oleh calon istri. Keniscayaan calon istri untuk memberi mahar tentu merupakan hal yang tidak lazim dalam perspektif fiqih yang berkembang di Indonesia. Keniscayaan inilah yang menjadi latar belakang dalam Tesis ini, Sehingga timbul pertanyaan yang dijadikan rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu, bagaimana konsep mahar dalam fiqih perkawinan menurut Counter Legal Draft Kompilasi Hukum Islam dan bagaimana tinjauan maqăşid Abdullah Saeed dalam memandang konsep mahar tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian library research (study kepustakaan) dengan menggunakan metode deskrptif analitis dengan pendekatan normatif-historis-filosofis. Temuan atau hasil yang diperoleh dalam penelitian adalah, Konsep mahar yang ditawarkan oleh Counter Legal Draft Kompilasi Hukum Islam merupakan manifestasi dari kaidah fiqih yang berbunyi al-adatu al- muhakkamah, yang diartikan dengan norma (adat) maupun budaya merupakan kenyataan empirik kearifan lokal sebagai dasar pijak dalam menetapkan hukum. Sedangkan menurut maqāṣid Abdullah Saeed, nilai-nilai intruksional (intruktional values) yang terkandung dalam Al-Qur'an baik itu, berupa arahan, petunjuk dan pesan-pesan yang terkandung di dalamnya tetap harus diprioritaskan. Dan intruksi yang terkandung di dalamnya adalah, pemberian mahar sebagai syarat sahnya perkawinan tetap merupakan kewajiban laki-laki (calon suami).
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/61958
    Collections
    • Master of Islamic Studies [1770]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV