• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Akad Murabahah dan Penerapannya pada Perbankan Syariah (Studi di Bank Syariah Mandiri KCP Semarang Timur)

    Thumbnail
    View/Open
    07913159.pdf (3.953Mb)
    Date
    2012
    Author
    Munawaroh, Zakiyyah
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Telah diketahui bersama bahwa perbankan adalah merupakan inti dari sistem keuangan setiap negara yang berfungsi sebagai wadah penyimpanan dan penyaluran dana kemasyarakat secara efektif dan efisien. Namun dalam konteks saat ini, Bank-bank yang ber-label-kan syariat sukses mempromosikan dirinya menjadi "icon" dan "idola" lembaga keuangan yang memasyarakat. Hal ini dikarenakan banyaknya para Nasabah yang mengeluhkan gagalnya sebuah sistem kebijakan yang diterapkan oleh Bank-bank konvensional sejak terjadinya krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada bulan juli 1997. Seperti layaknya Bank konvensional, seluruh Bank syariah —termasuk Bank Syariah Mandiri— mempunyai produk-produk unggulan seperti pembiayaan yang dikelola secara syariah. Salah satu produk pembiayaan tersebut adalah pembiayaan Murābahah yaitu pembiayaan antara Bank syariah dengan Nasabah yang melakukan jual beli barang pada harga asal dengan tambahan keuntungan yang disepakati. Dan Pada awalnya Murābahah dalam Fiqh tidak berhubungan dengan pembiayaan. Namun seiring dengan tuntutan zaman yang serba konsumtif, akhirnya perbankan syari'ah mencoba membuat terobosan baru dengan memasukkan konsep Murābahah menjadi solusi keuangan dibidang pembiayaan. Transaksi murabahah yang mendominasi penyaluran dana pada bank syari'ah, dimana jumlahnya hampir mencapai tujuh puluh lima persen dari total pembiayaan yang ada adalah sebuah fenomena yang sangat mencengangkan, dan menuntut adanya formulasi yang cermat dalam setiap kebijakan dan mekanismenya agar ia bisa menjadi lembaga keuangan syariah yang selalu eksis. Sudah tentu sebagai sebuah lembaga bisnis yang juga berorientasi pada profit maka PT Bank Syariah Mandiri juga menetapkan margin keuntungan dari para nasabah yang menggunakan jasa pembiayaan. Namun, sejauh ini yang menjadi dasar penelitian penulis adalah sejauh mana "label" syar'i diterapkan dalam pembiayaan ini, dan bagaimanakah pihak produsen —Bank Syari'ah Mandiri— menjaga konsistensinya sebagai perbankan yang mengedepankan aspek Maslahat-Munfa'at yang dibangun berdasarkan nilai kejujuran dan keadilan sebagai tujuan utama ekonomi Islam.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/61294
    Collections
    • Master of Islamic Studies [1637]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV