• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pelaksanaan Pembiayaan Mudarabah pada Bank Syariah Mandiri Cabang Magelang dalam Prespektif Hukum Islam

    Thumbnail
    View/Open
    07913256.pdf (4.482Mb)
    Date
    2010
    Author
    Ma'muri
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Pada kehidupan sekarang ini, bank merupakan kebutuhan pokok, hampir disetiap sektor kehidupan selalu bersinggungan dengan bank. Namun praktek perbankan yang ada sekarang ini, yang disebut dengan bank konvensional dengan "sistem bunga" menjadi problema tersendiri bagi kalangan umat Islam, karena bunga termasuk riba, dan riba sudah jelas hukumnya haram. Karena itu kehadiran bank syariah yang oprasionalnya tidak dengan bunga melainkan dengan sistem bagi hasil/musyarakah membawa angin segar yang menyejukkan. Bank syariah yang dimotori oleh Bank Muamalah Indonesia tumbuh dan berkembang dengan sangat menggembirakan, bahkan sekarang pertumbuhan bank syariah telah bertransformasi dari sekedar memperkenalkan suatu produk perbankan syariah menjadi bagaimana bank syariah menempatkan posisinya sebagai pemeran utama dalam percaturan ekonomi di tanah air. Terlebih lagi bank syariah kini telah mendapat legitimasi dari negara yaitu dengan di undangkannya Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah. Salah satu bentuk operasional bank syariah adalah pembiayaan mudarabah. Pembiayaan mudaraban sebagai salah satu akad/perjanjian syariah harus sesuai dengan kriteria akad/perjanjian syariah, yaitu tidak mengandung unsur riba, maisir, gharar, haram dan mengandung unsur mendzalimi orang lain. Dalam praktek pelaksanaan pembiayaan mudarabah di Bank Syariah mandiri Cabang Magelang ada yang di salurkan kepada perorangan, CV. dan PT. dan ada yang disalurkan kepada koperasi. Yang disalurkan kepada koperasi ada yang digunakan untuk serba usaha dan ada yang untuk usaha simpan pinjam. Usaha simpan pinjam identik dengan usaha simpan pinjam pada koperasi konpensioanal dan bunga kredit pada bank konvesional yang sudah pasti bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah. Namun dalam praktek di Bank Syariah mandiri Cabang Magelang bahwa akad yang dilakukan dilakukan antara BSM Cabang Magelang sebagai shahibul maal dan Koperasi sebagai nasabah/mudharib dilakukan dengan akad pembiayaan mudarabah, sedangkan antara Koperasi dengan anggota koperasi dilakukan dengan akad murabahah, jadi istilah "simpan pinjam" atau disebut juga dengan istilah jasa keuangan adalah hanya nama saja, karena dalam praktek akadnya dengan akad pembiayaan murabahah yang sudah barang tentu sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Pelaksanaan pembiayaan mudarabah di BSM Cabang Magelang telah sesuai dengan syariah, baik ditinjau dari asas-asas hukum perjanjian Islam maupun dari segi akad.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/60516
    Collections
    • Master of Islamic Studies [1769]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV